Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Kepsek Kerap Bayar Tenaga Honorer Pakai Uang Pribadi

"Gaji saya hanya 300 ribu perbulan, kalau boleh bisa UMP, atau minimal dua jutaan," katanya.

Penulis: Arthur_Rompis | Editor: Maickel Karundeng
Tribun Manado
Ratusan tenaga kontrak mendatangi kantor Dinas Pendidikan Bolaang Mongondow, Sulawesi Utara, Kamis (13/10/2016) siang. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Kepala Sekolah di Bolmong harus pontang-panting membayar tenaga guru honorer.

Bahkan, seringkali mereka merogoh uang pribadi demi bayar gaji guru honorer.

"Kadang bendahara pakai dulu uang miliknya nanti ganti kalau dana BOS sudah masuk atau ada uang komite," kata Kepsek SMP Negeri 1 Lolak Elmi Podomi.

Sebut Elmi, sumber pembiayaan tenaga guru honorer sangat terbatas.

Hanya dari dana Bos sebesar 15 persen dan uang komite.

"Sangat terbatas sekali," kata dia.

Karena itulah, pihaknya tidak sanggup menambah gaji guru honorer atau meningkatkan jumpah mereka.

"Yang ada malah mereka kami kurangi, padahal sebetulnya kami sangat butuh," beber dia.

Tak pelak, rencana Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim menerapkan kebijakan 50 persen dana BOS untuk bayar tenaga
guru honorer disambut positif para kepsek.

Mursid salah satu guru honorer mengaku senang dengan kebijakan tersebut.

"Gaji saya hanya 300 ribu perbulan, kalau boleh bisa UMP, atau minimal dua jutaan," katanya.

Selama ini, ia pontang panting mengongkosi diri.

Selain guru honorer, ia juga menyambar berbagai peluang untuk mencari uang di desanya.

"Pernah saya terlibat proyek padat karya, pernah pula saya berkebun," katanya. (art)

Valentine Romantic Stay and Dinner di NDC Resort & Spa Cuma Rp 699 Ribu

Subscribe YouTube Channel Tribun Manado:

Sumber: Tribun Manado
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved