Berita Manado

Pra-Rekonstruksi Kasus Penganiayaan Bayi oleh Ayah Kandung, Keluarga Sempat Tak Mau Lapor Polisi

Kasus dugaan penganiayaan terhadap seorang bayi usia 6 bulan oleh pihak kepolisian polsek Maesa terus bergulir

Pra-Rekonstruksi Kasus Penganiayaan Bayi oleh Ayah Kandung, Keluarga Sempat Tak Mau Lapor Polisi
Tribun manado / Christian Wayongkere
Pra-Rekonstruksi Kasus Penganiayaan Bayi 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Kasus dugaan penganiayaan terhadap seorang bayi usia 6 bulan oleh pihak kepolisian polsek Maesa terus bergulir.

Kapolsek Maesa Komisaris Polisi (Kompol) Elia Maramis mengatakan, saat ini penanganan kasusnya sudah naik ke tahap sidik.

"Kami akan melakukan pemeriksaan sejumlah saksi, seperti tante korban, kakek korban dan petugas kepolisian," tutur Kapolsek kepada Tribunmanado.co.id, Senin (10/2/2020).

Kapolsek jelaskan, penaikan status dari lidik ke sidik diambil setelah pihaknya telah melakukan pra-rekonstruksi dan pemeriksaan terhadap sang ayah yang juga adalah terduga tersangka.

Seorang Bayi Diberi Nama Unik Karena Ayahnya Pernah Menjadi Manusia Yang Kurang Bersyukur

Dalam menangani kasus ini, pihaknya sempat diperhadapkan pada persoalan orangtua terduga tersangka enggan melayangkan laporan Polisi.

Namun Polsek Maesa tetap melanjutkan proses sesuai hukum yang berlaku.

Seperti diwartakan peristiwa dugaan penganiayaan terhadap seorang bayi usia 6 bulan, diduga dilakukan oleh sang ayah AB alias Awi.

Di tempat terpisah, Dinas Pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak (P3A) Kota Bitung, mencatat untuk kasus yang menimpah anak di Januari 2020 sementara di rekap.

52 Nama Calon Kepala Daerah PDIP Menanti Jadwal Fit And Proper Test

"Untuk tahun 2018 ada 20 kasus dan 2019 ada 36 kasus," tutur Jane Wauran, Kabid Perlindungan Anak Dinas P3A Bitung.

Sementara itu Merianti Dumbela Kadis P3A Bitung menambahkan, pihaknya terus melakukan pendampingan terhadap bayi yang menjadi korban dugaan penganiayaan dilakukan ayah kandung.

Di RSUP Prof Dr Kandou Malalayang Manado, korban menjalani perawatan intensif dan dijaga oleh keluarganya tante dan omanya.

Ketua Golkar Minut Denny Wowiling Dukung Tetty Paruntu Maju Musda 15 Februari

"Selain itu kami akan melakukan pendampingan kepada ibu korban berupa konseling dan meminta kepada sang ibu agar jangan tinggalkan sang anak, karena di usia saat ini masih butuh air susu ibu," kata Merianti.

Dari informasi bidang anak yang melakukan pendampingan di rumah sakit, sang ibu sudah datang melihat sang anak pasca peristiwa itu.

Informasi yang diterima, pasca-beberapa hari meninggalkan sang buah hati dengan suaminya sang ibu korban mengetahui peristiwa ini di sosial media (sosmed) facebook, lalu mendatangi langsung ke rumah sakit.(crz)

Sintesa Peninsula Hadirkan Asian Delight, Menu Spesial Citarasa Lokal, Nasional dan Oriental

Penulis: Christian_Wayongkere
Editor: David_Kusuma
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved