Bupati ROR Ajak Masyarakat Perangi Sampah Plastik

“Itu butuh waktu ratusan tahun baru bisa terurai. Makanya dampak buruk untuk mencemari lingkungan sangat tinggi,” kata Bupati ROR.

Bupati ROR Ajak Masyarakat Perangi Sampah Plastik
Istimewa
Bupati ROR Ajak Masyarakat Perangi Sampah Plastik 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Dalam rangka mengurangi limbah plastik, Pemerintah Republik Indonesia lewat Undang-undang (UU) nomor 18 tahun 2008 dan UU nomor 32 tahun 2009, berupaya mengendalikan bahaya sampah plastik tersebut.

Bupati Minahasa Ir Royke Octavian Roring MSi mengatakan, upaya meminimalisir sampah plastik ini juga menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten Minahasa.

Sebab, kata ROR, sampah plastik tak hanya berdampak buruk bagi lingkungan, tapi juga bagi kelangsungan hidup generasi yang akan datang.

“Akan berbahaya apabila sampah plastik tidak ditanggulangi sejak dini. Ini akan berpengaruh pada lingkungan, karena sampah plastik sulit terurai dalam tanah akibat rantai karbonnya yang panjang, sehingga sulit diuraikan oleh mikroorganisme,” terang Bupati, Minggu (9/2/2020).

“Itu butuh waktu ratusan tahun baru bisa terurai. Makanya dampak buruk untuk mencemari lingkungan sangat tinggi,” kata Bupati ROR.

Dampak buruk lainnya, menurut ROR, yaitu pengaruh sampah plastik terhadap perubahan iklim.

Dia menjelaskan, bahan yang terbuat dari plastik menghasilkan emisi karbon yang tinggi sehingga berkontribusi terhadap perubahan iklim.

“Karena kondisi bumi saat ini semakin memanas, sumber material plastik yang dibuang ke sungai dapat berakibat munculnya emisi karbon ke udara dan mempengaruhi iklim,” tukasnya.

Kata Bupati, karena merupakan barang sekali pakai, sampah plastik pasca digunakan biasanya langsung dibuang begitu saja.

“Sampah yang tidak dipertanggungjawabkan dan dibuang sembarangan dapat menyumbat selokan air dan berimbas banjir. Kalau pun terbawa aliran sungai maka imbasnya akan merusak ekosistem, baik di sungai maupun laut,” ujarnya.

Dampak buruk ini menurut Bupati, kurang disadari masyarakat. Untuk itu Pemkab Minahasa terus meneruz mengkampanyekan stop penggunaan plastik baik dalam kegiatan pemerintahan maupun acara-acara masyarakat.

“Karena kita telah mengetahui sampah plastik itu berbahaya, mari jo torang samua bersama-sama selamatkan bumi yang akan kita wariskan buat anak cucu kita dengan meminimalisir penggunaan plastik,” ajak Bupati.

Warga Minahasa pun diminta mengambil sikap mewujudkan rasa kecintaan terhadap daerah Minahasa, dengan cara menghindari penggunaan plastik.

“Sampah yang dibuang pada tempatnya akan menyelamatkan daerah kita. Sebaliknya satu sampah yang dibuang sembarangan dapat menimbulkan seribu satu bencana dikemudian hari. Jadi sejak saat ini, mari kita dukung program Pemkab Minahasa untuk menyelamatkan daerah kita dari bahaya sampah plastik,” pesan Bupati.

Tanpa Obat, Flu Bisa Diatasi, Caranya Hanya Berkumur Dengan Air Yang Sudah Dicampur Dengan Garam

Penulis: Andreas Ruauw
Editor: Maickel_Karundeng
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved