News

Mendagri Tito Karnavian Undang Ferry Liando Bahas Efektivitas Pilkada Langsung di Indonesia

Mendagri Tito memaparkan bahwa dari aspek politik, Pilkada sangat esensial bagi demokrasi di Indonesia.

Mendagri Tito Karnavian Undang Ferry Liando Bahas Efektivitas Pilkada Langsung di Indonesia
Istimewa
Ketua Minat Tata Kelola Pemilu Pascasarjana Unsrat, Dr Ferry Liando diundang Mendagri Tito Karnavian membahas efektivitas Pilkada langsung di kantor Kemendagri, Jakarta, Jumat (07/02/2020). 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian menerima akademisi dari 9 Perguruan Tinggi Negeri di Kantor Kemendagri, Jakarta, Jumat (07/02/2020).

Para akademisi itu berasal dari Universitas Indonesia (UI), Universitas Sumatera Utara (USU), Universitas Gadjah Mada (UGM), Universitas Andalas, Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado, Universitas Padjadjaran (Unpad), Universitas Lambung Mangkurat, dan Universitas Sultan Ageng Tirtayasa.

Ketua Jurusan Pemerintahan FISIP Unsrat Manado, Dr Ferry Liando termasuk salah satu di antaranya.

Ketua Minat Tata Kelola Pemilu Pascasarjana Unsrat, Dr Ferry Liando diundang Mendagri Tito Karnavian membahas efektivitas Pilkada langsung di kantor Kemendagri, Jakarta, Jumat (07/02/2020).
Ketua Minat Tata Kelola Pemilu Pascasarjana Unsrat, Dr Ferry Liando diundang Mendagri Tito Karnavian membahas efektivitas Pilkada langsung di kantor Kemendagri, Jakarta, Jumat (07/02/2020). (Istimewa)

Sebagaimana dijelaskan dalam keterangan tertulis ke Tribun, pertemuan itu membahas evaluasi efektivitas sistem Pilkada langsung di Indonesia.

Mendagri Tito memaparkan bahwa dari aspek politik, Pilkada sangat esensial bagi demokrasi di Indonesia. Ia juga menjelaskan sekilas persiapan pemerintah dalam menyelenggarakan Pilkada 2020.

Pilkada tahun merupakan Pilkada serentak terbesar karena meliputi 270 pemilihan Kepala Daerah.

Ia mengakui, sejak 2004 hingga 2018, di samping menghasilkan aspek positif, Pilkada langsung juga menyimpan berbagai ekses negatif.

"Di antaranya konflik sosial berbasis identitas, keterbelahan masyarakat dalam dua kubu yg bertentangan yang memicu kerawanan sosial serta berbiaya sangat tinggi," jelas Tito.

Biaya tinggi Pilkada secara langsung telah berpengaruh pada kualitas buruk tata kelola kepemimpinan di daerah.

Menurut Tito, jika ekses negatif Pilkada ini dibiarkan terus-menerus, alam demokrasi di Indonesia dan akan timbul benih-benih konflik sosial di masyarakat.

Halaman
123
Penulis: Fernando_Lumowa
Editor: Handhika Dawangi
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved