News

Ilmuwan Ungkap Hasil Penelitian Tentang Indonesia, Tak Ada Kasus Corona Mungkin Karena Hal Ini

Tiadanya kasus infeksi corona baru 2019-nCoV di Indonesia menjadi pertanyaan para ilmuwan di luar negeri.

Ilmuwan Ungkap Hasil Penelitian Tentang Indonesia, Tak Ada Kasus Corona Mungkin Karena Hal Ini
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Dokter dari Palang Merah Indonesia memeriksa tensi warga pada pemeriksaan kesehatan gratis di Kota Tua Penagi, Natuna, Kepulauan Riau, Kamis (6/2/2020). Pelayanan kesehatan tersebut sebagai bentuk kepedulian bagi warga yang berada sekitar satu kilometer dari tempat diobservasinya 238 WNI pascaevakuasi dari Wuhan, Hubei, China yang memasuki hari kelima dalam keadaan sehat dan baik. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Ilmuwan dari Center for Communicable Disease Dynamics, Harvard T.H. Chan School of Public Health, Boston, Amerika Serikat, De Salazar PM, dan timnya dalam penelitian menyebutkan tiadanya kasus infeksi corona di Indonesia kemungkinan karena virusnya tak terdeteksi.

Penelitian itu dipublikasikan di jurnal ilmiah MedRxiv pada 5 Februari 2020.

Tiadanya kasus infeksi corona baru 2019-nCoV di Indonesia menjadi pertanyaan para ilmuwan di luar negeri.

Kajian terbaru menemukan, negara-negara yang menerima kunjungan orang dari Wuhan, China, yang menjadi pusat penyebaran virus, telah melaporkan adanya kasus positif corona.

Virus corona ini dikhawatirkan telah masuk ke Indonesia tanpa terdeteksi.

Riset tersebut didasarkan pada perkiraan jumlah rata-rata penumpang pesawat dari Wuhan ke kota-kota lain di seluruh dunia dalam sehari, sebelum akhirnya diberlakukan larangan terbang.

Dengan pemodelan ini, hampir semua negara lain, seperti Jepang, Hongkong, dan Korea Selatan, menunjukkan korelasi jelas antara banyaknya jumlah orang yang tiba dari Wuhan melalui penerbangan harian dengan besarnya kasus infeksi korona.

Lebih banyak penumpang yang datang berarti lebih banyak kasus.

Namun hanya Indonesia, Kamboja, dan Thailand yang jauh di bawah perhitungan para ahli.

Dalam kajian ini disebutkan, jumlah kunjungan dari Wuhan ke Indonesia sekitar 80 orang per hari, lebih banyak dari sejumlah negara lain yang telah melaporkan adanya kasus infeksi seperti Inggris, Uni Arab Emirat, Perancis, Kanada, India, Filipina, dan Rusia.

Halaman
123
Editor: Handhika Dawangi
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved