Berita Sulut

Restoran Seafood di Manado Sepi Pasca-Penerbangan dari Tiongkok Dihentikan

Penghentian penerbangan dari sejumlah kota di Republik Rakyat Tiongkok (RRT) ke Manado berdampak besar bagi Sulut

Restoran Seafood di Manado Sepi Pasca-Penerbangan dari Tiongkok Dihentikan
Tribun Manado / Fernando Lumowa
Wisman asal Tiongkok menikmati makan malam di kawasan Boulevard Manado beberapa waktu lalu. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Penghentian penerbangan dari sejumlah kota di  Republik Rakyat Tiongkok (RRT) ke Manado berdampak besar bagi Sulut.

Sektor pariwisata yang terpukul berimbas pada performa ekonomi secara keseluruhan.

Hotel dan restoran yang langsung merasakan imbas dari terhentinya gelombang wisatawan mancanegara (wisman) asal Negeri Panda.

Jika perhotelan kehilangan okupansi yang turun rata-rata 40 persen, demikian pula restoran.

Tim Resmob Polres Kotamobagu Tangkap Tersangka Curanmor dan Curanik, Ini 12 TKP Pencurian

Restoran Wisata Bahari salah satu yang terdampak. Omset pendapatan rumah makan spesialis seafood itu berkurang drastis.

Paulina, Owner Restoran Wisata Bahari mengatakan, sejak keputusan penerbangan dari Tiongkok dihentikan, tak ada lagi wisman asal negeri tirai bambu itu datang makan.

"Ya sekarang habis. Sudah nol," kata Paulina kepada Tribun Manado, Jumat (07/02/2020).

30 TKA Cina PT Conch Kembali Jalani Pemeriksaan Kesehatan

Katanya, pendapatan turun drastis sejak tak ada lagi turis China yang datang. Biasanya, kata Paulina, setiap hari ada saja wisman Tiongkok yang datang.

Jumlah mereka memang tidak tentu. Ada yang datang berpasangan. Ada yang datang berkelompok. "Sepuluh orang, 50, 60, bahkan 100 orang sekali datang pernah," ujar Paulina.

Meski tak berani menyebut angka, Paulina memastikan pendapatan berkurang lumayan banya.

Ini Dampak Virus Corona Terhadap Sulut, Pengamat Ekonomi: Miliaran Rupiah Hilang

Apalagi, kata dia, jumlah tamu lokal yang datang di awal tahun ini sedikit. Katanya Januari dan awal Februari ini tamu yang datang makan bisa dihitung dengan jari.

"Lokal juga kurang sekali. Saya kurang mengerti kenapa. Ini sepi luar biasa," katanya. Paulina bilang, omsetnya turun sekitar 70 persen.(ndo)

Umat Tridharma Klenteng SBK Sembahyang Jelang Cap Go Meh, 2 Tangsin Mengalami Hal Ini

Penulis: Fernando_Lumowa
Editor: David_Kusuma
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved