Masyarakat Harus Lebih Waspada, Beredar Info Bakso Daging Tikus, ini Penyakit yang Ditimbulkannya
Masyarakat Harus was-was ketika membeli makanan,beredar kabar tentang bakso yang berbahan daging tikus
TRIBUNMANADO.CO.ID - Masyarakat Harus was-was ketika membeli makanan, beredar kabar tentang bakso yang berbahan daging tikus
Contohnya saja baru-baru ini beredar video yang viral.
Di lihat dari video tersebut menggambarkan jelas bahwa itu memang sangat mirip dengan kaki tikus
Bahkan, video viral tersebut harus berbuntut panjang karena polisi kemudian turun tangan untuk menyelidiki apakah hal tersebut benar adanya.
Meski pada akhirnya telah terbukti kalau bakso yang dijual itu bukan daging tikus, masyarakat tetap harus waspada.
Hal ini lantaran daging tikus bisa menyebabkan sederet penyakit mengerikan.
Selain melalui dagingnya, penyakit-penyakit tikus ini juga bisa menular melalui gigitan maupun kotorannya.
Melansir dari laman Hellosehat, berikut sederet penyakit mengerikan yang disebabkan oleh tikus.
1. Hantavirus
Hantavirus Pulmonary Syndrome (HPS) pertama kali ditemukan pada tahun 1993.
Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC).
Penyakit ini disebarkan oleh jenis tikus rusa, tikus berkaki putih, tikus padi, dan tikus kapas.
Tak hanya ketika memakan dagingnya, penyakit ini bahkan bisa menular ketika Anda menghirup partikel dari urin, kotoran, atau air liur tikus yang ada di udara.
Anda juga bisa terinfeksi jika menyentuh atau memakan sesuatu yang bersentuhan dengan sesuatu yang pernah terkena tikus.
Bila Anda digigit tikus itu juga bisa menjadi salah satu cara penularan virusnya, meskipun kasus digigit tikus jarang terjadi.
Gejala awal HPS sangat mirip dengan gejala flu. Ini bisa termasuk demam, sakit kepala, muntah, diare atau sakit perut.
Sekitar 4 hingga 10 hari kemudian, orang yang terkena mungkin juga mengalami batuk, sesak napas, dan penumpukan cairan di paru-paru.
2. Hemorrhagic fever with renal syndrome (HFRS)
Sama seperti hantavirus, HFRS adalah demam yang muncul bersamaan dengan perdarahan (hemoragik) dan disertai sindrom ginjal (HFRS).
HFRS termasuk penyakit seperti demam berdarah, demam berdarah epidemik, dan epidemi nephropathia.
Penyebaran penyakit lewat tikus ini serupa dengan penyakit hantavirus.
Penyakit ini biasanya berkembang di dalam tubuh mulai dari 2 sampai 8 minggu setelah terkena.
Gejala awal bisa ditandai dengan sakit kepala sering, nyeri punggung dan perut, demam, menggigil, mual, dan penglihatan kabur.
Terkadang, penyakit ini juga bisa ditandai dengan wajah, mata dan kulit yang berwarna agak kemerahan.
Gejala parah juga bisa muncul ketika seseorang mengalami penyakit ini, yaitu tekanan darah rendah, syok akut, sampai gagal ginjal akut.
3. Penyakit pes
Penyakit ini disebabkan oleh bakteri Yersina pestisia yang ditularkan oleh tikus dan hewan pengerat lainnya.
Bakteri penyebab penyakit pes ini dibawa oleh kutu yang tertular dari hewan pengerat, sehingga kutu kemudian akan menyebarkan bakteri tersebut saat anda .
Umumnya penyakit pes tersebar di daerah yang lingkungan padat penduduk dengan sanitasi yang buruk.
Gejala penyakit pes yang paling sering terjadi yakni dengan munculnya pembengkakan kelenjar getah bening di selangkangan, ketiak, atau leher.
Dalam beberapa kasus, penyakit pes bisa sampai menyerang paru-paru.
Kondisi ini tentu sangat membahayakan karena bisa dengan mudah menular dari orang ke orang, melalui droplet atau tetesan air liur saat batuk.
Komplikasi penyakit dari tikus ini bisa berujung pada meningitis dan bahkan kematian.
Perlu diketahui, bahwa penyakit ini bukan saja hanya disebarkan lewat hewan pengerat.
Hewan seperti kelinci, anjing, kucing yang kutunya sudah terinfeksi pes bisa menjadi sumber penularan penyakit.
Penularan terjadi jika Anda berkontak langsung atau tergigit oleh hewan tersebut.
4. Lymphocytic chorio-meningitis (LCM)
Lymphocytic chorio-meningitis adalah penyakit dari tikus yang disebabkan oleh virus choriomeningitis limfositik (LCMV), turunan virus Arenaviridae. LCM bisa dibawa oleh hewan pengerat yang biasanya ada di rumah-rumah.
Selain itu, virus ini juga bisa disebarkan oleh hewan pengerat peliharaan seperti hamster.
Jika Anda tergigit atau terkena air liur dan air kencing hewan tersebut, maka Anda berisiko tinggi mengalami penyakit infeksi ini.
Penyakit ini awalnya tidak akan menimbulkan gejala tertentu.
Gejala baru timbul setelah 8-13 hari setelah teserang virus. Anda akan merasakan gejala seperti demam, kurang nafsu makan, nyeri otot, sakit kepala, mual, dan muntah.
Gejala lain yang muncul bisa termasuk sakit tenggorokan, batuk, nyeri sendi, nyeri dada, nyeri testis, dan nyeri parotid (kelenjar ludah).
Dalam kasus yang jarang terjadi, penyakit LCM bisa berkembang lebih jauh hingga menimbulkan peradangan pada sumsum tulang belakang.
Jika ini terjadi, akan muncul beberapa gejala seperti kelemahan otot, kelumpuhan, hinggga perubahan lainnya pada tubuh.
Seorang wanita hamil yang mengalami penyakit LCM berisiko menularkan virus tersebut kepada janin di dalam kandungannya.
Bila infeksi terjadi selama trimester pertama kehamilan, berisiko mengancam nyawa janin. Sementara bila terjadi pada trimester kedua dan ketiga, berisiko menyebabkan cacat lahir pada bayi.
5. Rat bite fever (RBF)
RBF adalah penyakit yang disebabkan karena gigitan tikus.
Gigitan tersebut dapat mengakibatkan infeksi yang disebabkan oleh bakteri Spirillum minus atau Streptobacillus moniliformis.
Ketika seseorang terserang RBF, maka akan muncul berbagai gejala yang tidak biasa.
Diantaranya berupa demam, muntah, sakit kepala, nyeri otot, nyeri sendi, hingga kadang sampai menimbulkan kemerahan pada kulit.
Penyakit ini cukup banyak terjadi di wilayah Asia dan Amerika utara. Penyakit lewat tikus ini juga bisa ditularkan lewat makanan dan minuman yang sudah dimakan atau terkena air liur tikus.
Jika tidak diobati, RBF bisa menjadi penyakit yang serius atau bahkan fatal.
6. Leptospirosis
Leptospirosis adalah infeksi bakteri yang ditularkan oleh tikus ketika seseorang memiliki luka terbuka.
Kemungkinan, infeksi terjadi saat luka terbuka yang belum sembuh tersebut bersentuhan atau terkena langsung dengan perantara, misalnya air atau tanah, yang sudah tercemar oleh urin hewan pengerat ini.
Meski menular dari tikus ke manusia, tapi bakteri penyebab leptospirosis tidak akan berpindah antar manusia.
Sebenarnya tidak selalu dikarenakan luka terbuka.
Tanpa sengaja menyentuh perantara yang telah terkontaminasi oleh urin hewan pengerat ini pun berpeluang menularkan bakteri leptospirosis.
Tidak boleh disepelekan. Pasalnya, penyakit ini bisa berkembang lebih parah menjadi meningitis (radang selaput otak), kerusakan ginjal, gangguan pernapasan, hingga kematian bila tidak segera ditangani.
Lantas, seperti apa ciri-ciri bakso yang berbahan daging tikus?
Ciri-ciri yang paling mencolok yakni dengan menilik harga bakso tersebut.
Jika menemukan tempat makan yang menjual bakso dengan harga sangat miring, Anda patut curiga.
Karena seperti diketahui harga daging sapi sendiri sangat mahal di pasaran.
Selain itu, dalam cara lainnya dapat dibedakan dalam segi tekstur.
Bakso dengan bahan daging tikus memiliki tekstur yang keras.
Jika ditusuk menggunakan garpu atau dibelah menjadi dua dengan sendok, pasti akan mudah pecah.
Tidak hanya itu, bakso dengan bahan daging tikus memiliki aroma yang sangat amis.
Ketika bakso sedang direbus maka aroma amis ini akan menyengat masuk ke hidung.
Selain aroma, rasa bakso dengan bahan daging tikus memiliki rasa yang gurih.(*)
Artikel ini telah tayang di surya.co.id dengan judul Hati-hati dengan Bakso Daging Tikus, Berikut Sederet Penyakit Mengerikan yang Bisa Ditimbulkannya, https://surabaya.tribunnews.com/2020/02/01/hati-hati-dengan-bakso-daging-tikus-berikut-sederet-penyakit-mengerikan-yang-bisa-ditimbulkannya?
Subscribe Channel Youtube Tribun Manado:
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/hellosehat.jpg)