I’m Lucky Sinergi ODSK Incar Pilkada Manado

PDIP Sulawesi Utara punya sejumlah figur calon wali kota Manado (lihat grafis). Mereka tengah bersaing memperebutkan tiket

I’m Lucky Sinergi ODSK  Incar Pilkada Manado
tribun manado / Dewangga Ardhiananta
Pdt Lucky Rumopa saat berkunjung ke Tribun Manado 

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO – PDIP Sulawesi Utara punya sejumlah figur calon wali kota Manado (lihat grafis). Mereka tengah bersaing memperebutkan tiket untuk diusung pada Pilkada Manado September 2020. Satu di antaranya Pendeta Lucky Rumopa. Staf Khusus Gubernur Sulut Olly Dondokambey ini bahkan aktif memperkenalkan diri ke publik.

Selain menyebar baliho di berbagai titik keramaian Kota Manado, figur yang punya jargon I'm Lucky dengan simbol ‘L’ tangan kanan mulai rajin blusukan. Tim Tribun Manado pun sempat wawawancarai eksklusif dengan Ketua Pelaksana Ketua Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB) Sulawesi Utara menyambangi Kantor Tribun Manado di Jalan AA Maramis, Kairagi II, Manado, Jumat (7/2/2020). Berikut petikan wawancaranya.

Apa latar belakang Pendeta Lucky tertarik di dunia politik?

Pertama-tama saya katakan kalau saya dari dulu miliki banyak pengalaman di organisasi.

Wawancara Khusus Andre Rosiade: Saya Tidak Menjebak, Polisi yang Tangkap

Dulu di Belanda saya pegang (pimpin) organisasi masyarakat (ormas). Saya ditunjuk sebagai Sekretaris Jenderal Forum Komunikasi Masyarakat Indonesia Eropa. (Saya) diangkat oleh Duta Besar Indonesia se-Eropa.

Mungkin latar belakang selalu terlibat dalam ormas itu (hingga tertarik politik). Saya melayani sebagai Ketua Pastoral Care di Nederland (Belanda). Artinya ketika pulang dari Eropa sebagai seorang pendeta, saya mulai tertarik politik.

Periode Pertama Tinggal Setahun, ODSK Genjot Pencapaian Target RPJMD
Periode Pertama Tinggal Setahun, ODSK Genjot Pencapaian Target RPJMD (Istimewa)

Sebagai pembina spiritual di sana (Belanda) begitu pulang di sini (Indonesia) naluri ormas itu tetap muncul. Kemudian mula-mulanya saya diangkat Ketua Pastoral Kerohanian Partai Golkar Sulut yang akhirnya duduk sebagai Wakil Sekretaris (DPD Golkar) , saya ini termasuk (eks) petinggi Golkar.

Kenapa memilih PDIP sebagai kendaraan politik?

Kemudian dalam rangka studi politik, saya harus ke luar dari Golkar. Saya coba merasakan kalau partai ini (PDIP) bagaimana.

Saya mencalonkan diri (calon legislatif Manado) pada waktu tidak punya target. Tanpa uang tanpa umbul-umbul segala macam, saya berhasil mendapatkan 800 sekian suara.

Halaman
1234
Penulis: reporter_tm_cetak
Editor: Lodie_Tombeg
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved