Berdasarkan UU, 600 WNI Ex-ISIS Telah Kehilangan Kewarganegaraan, Pemerintah Diminta Tak Usah Pusing

Wacana soal kepulangan 600 mantan anggota ISIS ke Tanah Air menjadi perdebatan. Banyak masyarakat Indonesia yang tak menginginkan mereka kembali.

Berdasarkan UU, 600 WNI Ex-ISIS Telah Kehilangan Kewarganegaraan, Pemerintah Diminta Tak Usah Pusing
Ilustrasi ISIS 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Wacana soal kepulangan 600 mantan anggota ISIS ke Tanah Air menjadi perdebatan. 

Banyak masyarakat Indonesia yang tak menginginkan kembalinya bekas kombatan ISIS ke Indonesia

Para ahli di bidang hukum pun turut angkat suara soal ini. 

Negara dalam hal ini Presiden Joko Widodo diminta tak lagi ambil pusing dengan WNI eks ISIS di Suriah.

Menurut Undang-undang Keberadaan mereka tak lagi menjadi tanggungjawab pemerintah Indonesia.

Hal ini diutarakan Pakar Hukum Internasional, Hikmahanto Juwana, sebagaimana yang dikutip dari Tribunnews.com.

Menurut Juwana, WNI yang telah bergabung dengan tentara ISIS secara otomatis telah menanggalkan kewarganegaraan Indonesia.

Juwana dalam hal ini merujuk UU Kewarganegaraan Pasal 23 huruf D dan F yang berisi ketentuan tentang kehilangan kewarganegaraan Indonesia.

WNI yang telah bergabung dengan ISIS tersebut telah masuk dalam dua kriteria WNI yang kehilangan kewarganegaraannya.

Dalam huruf D, disebutkan akan hilang status WNI jika masuk dalam dinas tentara asing tanpa izin terlebih dahulu dari Presiden.

Halaman
1234
Editor: Rizali Posumah
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved