Reynhard Sinaga Divonis 30 Tahun Penjara, Jaksa Tak Puas dan Minta Hukuman Mati

Jaksa mengajukan banding dan mengupayakan agar Reynhard dapat hukuman "whole-life sentence" atau hukuman penjara hingga tutup usia.

(GREATER MANCHESTER POLICE via BBC - Facebook via The Guardian)
Reynhard Sinaga 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Putusan hakim telah dijatuhkan kepada Reynhard Sinaga, sang predator perkosa terbesar sepanjang sejarah Inggris.

Jaksa pun tidak puas dengan putusan hakim yang memvonis 30 tahun penjara kepada Reynhard.

Sehingga jaksa mengajukan banding dan mengupayakan agar Reynhard dapat hukuman "whole-life sentence" atau hukuman penjara hingga tutup usia.

Pernyataan ini disampaikan oleh Minister Counselor Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Inggris, Gulfan Afero dalam program AIMAN yang dilansir dari YouTube Kompas TV, Selasa (4/1/2020).

Sosok Irjen Royke Lumowa, Tuama Minahasa Jadi Kapolda Sulut, Mantan Kakorlantas & Kapoltabes Manado

Sebelumnya, Gulfan menceritakan awal bertemunya dengan Reynhard.

"Saya sudah tiga kali bertemu dengan Reynhard," ujarnya.

"Sejak informasi pertama saya terima dari pihak kepolisian di Manchester, saya langsung melakukan kontak dengan pihak pengacara dan penjara untuk bertemu langsung dengan Reynhard," imbuhnya.

Gulfan menyebut dalam pertemuan pertamanya Reynhard mengaku hanya ada satu korban pemerkosaannya, yakni sang pelapor.

"Dipertemuan saya pada 2017, Reynhard tidak menyampaikan ada korban-korban lain dalam kasusnya ini," kata Gulfan.

"Dia sampaikan bahwa hubungan itu dilakukan atas suka sama suka," imbuhnya.

Halaman
1234
Editor: Rhendi Umar
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved