Berita Sulut

Sambangi Kejati Sulut, Hanny Pantouw Pimpin LMI Desak Tuntaskan Kasus Pemecah Ombak Minut

Laskar Manguni Indonesia (LMI) dikomandoi Tonaas Wangko Hanny Pantouw menyambangi Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulawesi Utara (Sulut), Senin (3/2/2020)

Sambangi Kejati Sulut, Hanny Pantouw Pimpin LMI Desak Tuntaskan Kasus Pemecah Ombak Minut
Tribun manado / Siti Nurjanah
LMI (Laskar Manguni Indonesia) Minta Tuntaskan Kasus Pemecah Ombak 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Laskar Manguni Indonesia (LMI) dikomandoi Tonaas Wangko Hanny Pantouw menyambangi Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulawesi Utara (Sulut), Senin (3/2/2020).

Kedatangan LMI yang dikomandou Hanny Pantouw tak lain untuk mempertanyakan perkembangan kasus pemecah ombak di Minahasa Utara (Minut).

Pasalnya, pasca pengajuan pra-peradilan medio 2019, hingga saat ini belum ada langkah nyata yang dilakukan oleh Kejati Sulut untuk menindaklanjuti kasus tersebut.

LMI Datangi Kejati Sulut Pertanyakan Kasus Pemecah Ombak Likupang

Hal tersebut dipertanyakan Hanny Pantouw di depan ratusan massa LMI dan para pimpinan Kejati Sulut yang menerima massa.

“Ada apa dengan Kejati Sulut? Kasus pemecah ombak atau yang orang Sulut bilang paka-paka ombak ini belum ada kejelasan. Padahal nyata-nyata ada 4 orang yang dijadikan tersangka, dan sudah diungkapkan di pengadilan bahwa Bupati Minut terlibat tapi kenapa diam?” tanya Hanny Pantouw dengan tegas.

Lanjutnya, LMI mendesak penyelesaian kasus ini bukan hanya sekedar mengejar oknum tapi demi supremasi hukum di Sulut, sehingga pihak yang salah harus mempertanggungjawabkan perbuatannya sementara yang tidak bersalah harus dipulihkan nama baiknya.

Tim Dokter di Thailand Berhasil Sembuhkan Pasien Virus Corona Lewat Kombinasi Obat HIV dan Flu

Hanny Pantouw pun menegaskan, massa membawa keranda sesuai janji saat pertemuan dengan Wakajati Sulut, dimana apabila belum ada tindakan, maka LMI akan membawa peringatan bahwa hukum di Sulut telah mati.

“Kami bawa keranda sesuai janji kami. Miris saat hukum di Sulut seperti mati. Pertanyaan ada apa dengan Kejati Sulut akan terus ada. Jangan sampai ada oknum-oknum yang sudah terima uang lalu mengorbankan hukum,” kata Hanny.

Jalannya aksi damai di jaga oleh pihak TNI-Polri, baik dari halaman kantor Kejati Sulut, maupun di sekitar kantor. (ana)

KRONOLOGIS Pembunuhan di Desa Sea, Terungkap Korban yang Sedang Tidur Kemudian Ditikam

Penulis: Siti Nurjanah
Editor: David_Kusuma
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved