Breaking News:

Evakuasi WNI di China

Pesawat yang Membawa 245 WNI dari Wuhan Tiba di Tanah Air

Pesawat Batik Air yang membawa 245 WNI dari Wuhan, China akhirnya mendarat di Tanah Air. Maskapai tersebut tiba tepat pada pukul 08.30 WIB.

KOMPAS.COM/HADI MAULANA
Batik Air pembawa 245 WNI yang dipulangkan dari Wuhan, mendarat di Tanah Air, tepat pada pukul 08.30 WIB dan mendarat dengan aman di Bandara Hang Nadim Batam, Kepulauan Riau. 

Tokoh Pemuda Sebut Tak Ada Sosialisasi Terkait Karantina WNI di Natuna

Tokoh Pemuda Natuna, Haryadi menyatakan masyarakat menolak adanya karantina WNI dari Wuhan di Natuna.

Dalam acara Apa Kabar Indonesia Malam yang diunggah di kanal YouTube Talk Show TVOne, Sabtu (1/2/2020), Haryadi menjelaskan mengapa masyarakat menolak karantina dilakukan di Natuna.

"Kita menolaknya karena dengan alasan yang sangat jelas sekali bagi kita untuk menolaknya," ujar Haryadi.

Alasan yang pertama menurut Haryadi, tidak ada sosialisasi yang dilakukan pemerintah pusat terhadap masyarakat di Natuna soal karantina ini.

"Tiba-tiba datang dan mengejutkan masyarakat, wabah corona ini sudah menjadi sesuatu yang menakutkan bagi msayarakat."

"Tiba-tiba datang begitu saja untuk karantina di Natuna, masyarakat jadi terkejut. Otomatis masyarakat kita ketakutan dan menolaknya," ungkapnya.

Haryadi yuga meluruskan pernyataan yang menyebut jarak Bandara TNI Angkatan Udara Lanud Raden Sadjad ini jauh dari pemukiman masyarakt.

"Perlu diketahui oleh kita semua, bahwa ini jaraknya sangat dekat."

"Kampung Tua Penagih itu tidak sampai dua kilometer jaraknya dengan Lanud Raden Sadjad, dengan tempat yang digunakan untuk karantina itu."

"Maka dari itu kita menolak karantina itu dilaksanakan di Natuna," tegasnya.

Hubungan Memburuk Setelah Kasus Pembunuhan Jurnalis Washington Post, Laga UFC di Arab Sulit Terwujud

Editor: Rizali Posumah
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved