Breaking News:

Evakuasi WNI di China

Obeservasi WNI Tetap di Natuna, Warga Sekitar Minta Dikarantina Massal: di Rumah Kami Masing-masing

Padahal, pemerintah telah memastikan bahwa karantina itu akan tetap dilakukan di Natuna.

(Tangkap Layar YouTube Talk Show TVOne).
Tokoh Pemuda Natuna Haryadi 

Jika hal itu dilakukan nantinya Natuna akan lumpuh lantaran tak ada warganya yang beraktifitas.

"Ya otomatis dong, lumpuh, pemerintah lumpuh, pendidikan juga jadi terhenti," tuturnya.

Pada kesempatan yang sama, Haryadi mengatakan bahwa pemerintah datang dengan rencana tersebut secara tiba-tiba tanpa ada sosialisi terlebih dahulu.

Tokoh Pemuda Natuna Haryadi
Tokoh Pemuda Natuna Haryadi ((Tangkap Layar YouTube Talk Show TVOne).)

"Yang pertama sosialisasi pemerintah pusat terhadap masyarakat kita di Natuna terhadap karantina tidak ada sama sekali."

"Tiba-tiba datang dan mengejutkan masyarakat, wabah Corona ini menjadi sesuatu yang menakutkan di masyarakat, tiba-tiba datang begitu saja karantina di Natuna," jelas Haryadi.

Sehingga, masyarakat merasa terkejut dan menolak rencana tersebut.

"Masyarakat jadi terkejut, otomatis masyarakat ketakutan dan menolaknya itu yang pertama," lanjutnya.

Tak hanya sampai di sana, Haryadi juga membantah bahwa tempat karantina jauh dari permukiman warga.

"Tadi ada statement juga menyebutkan bahwa jarak bandara TNI AU Lanud Raden Sajad jauh dari pemukiman masyarakat."

"Perlu diketahui oleh kita semua bahwa ini jaraknya sangat dekat," bantah Haryadi.

Bahkan, ada kampung warga yang berada kurang dari dua kilometer tempat karantina, di Lanud Raden Sajad.

"Kampung tua Penagih itu tidak sampai dua kilo jaraknya dengan Lanud Raden Sajad, dengan tempat yang dibuatkan untu karantina itu."

"Maka dari itu kita menolak karantina itu dilaksanakan di Natuna," pungkasnya.

Lihat videonya mulai menit ke-31:12:

Editor: Frandi Piring
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved