Tawuran Pemuda di Minahasa

Kurang dari 24 Jam 4 Kasus Kriminal Terjadi di Minahasa: Tawuran, Penemuan Mayat hingga Penganiayaan

Pantauan Tribunmanado.co.id, ke tiga kasus pembunuhan dan satu kasus penikaman tersebut terjadi 4 lokasi berbeda di wilayah hukum Polres Minahasa.

Penulis: Reporter Online | Editor: Gryfid Talumedun
Kolase Tribun Manado
Kolase foto 4 Kasus Kriminal Terjadi di Minahasa Kurang Dari 24 Jam, Tawuran, Penemuan Mayat hingga Penganiayaan menggunakan senjata tajam. 

Warga setempat langsung berkumpul di lokasi kejadian, dan melaporkan kasus tersebut ke pihak Kepolisian.

Pemuda itu ditemukan tergeletak di tanah, dengan kondisi tidak memakai kaos, dan mengalami luka memar di kapala.

"Di tubuh korban juga ditemukan dua luka tikam di perut kanan dan dada kiri," ujar Kasat Reskrim Polresta Manado AKP Thommy Aruan.

Lanjutnya, diduga ini korban pembunuhan, namun kasusnya sementara lidik.

"Kami masih mengumpulkam data di lokasi kejadian, dan mencari saksi untuk mengungkap kasus ini," tegasnya.

Warga Minta Polisi Tambah Personel, Dini Hari Tadi 1 Orang Meninggal, Takut Ada Aksi Saling Balas

3. Meninggal akibat Penganiayaan di Desa Seretan

Kasus penganiayaan menggunakan senjata tajam yang berunjung meninggalnya satu orang.

Lokasinya di Desa Seretan, Kecamatan Lembean Timur, Kabupaten Minahasa.

Berdasarkan data yang dihimpun Tribunmanado.co.id dari Kasatreskrim Polres Minahasa AKP Sugeng Wahyudi Santoso, berkata bahwa benar ada kasus penganiayaan hingga meninggalnya korban di Minahasa.

Bahkan di Minahasa ada 3 kejadian yang semuanya karena sudah mengkonsumsi minuman keras.

Aksi pembunuhan menggegerkan Desa Seretan, Kecamatan Lembean Timur, Hanya karena masalah sepele, BM alias Brayen (16) warga Desa Kauroya, tega membunuh VL alias Vidi (22), warga Seretan Timur.

Ilustrasi Penganiayaan
Ilustrasi Penganiayaan (Shutterstock)

Kapolres Minahasa AKBP Deny Situmorang SIK, melalui Kasubag Humas AKP Ferdy Pelengkahu SH saat dikonfirmasi mengatakan pelaku tega membunuh Korban menggunakan sebilah pisau yang ia tusukkan ke tubuh Korban. Insiden berdarah itu terjadi pada Minggu (2/2/2020) pagi.

Dari informasi yang diperoleh, pembunuhan itu sebenarnya didasari hal sepele. Di mana Korban meramas tangan pelaku, saat berjabat tangan, disuatu acara syukuran perkawinan di Desa Seretan Timur.

"Pelaku merasa kebratan dan sakit hati atas perbuatan yang di lakukan korban, Sekitar pukul 04.00 pelaku melihat korban berjalan menujuh ke kendaraan miliknya," katanya.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Manado
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved