Rencana Perdamaian Trump

Presiden Palestina: Rencana Perdamaian Trump Langgar Perjanjian Oslo Tahun 1993

Presiden Palestina Mahmoud Abbas mengatakan, rencana perdamaian Trump merupakan pelanggaran Perjanjian Oslo yang diteken pada 1993 silam.

Presiden Palestina: Rencana Perdamaian Trump Langgar Perjanjian Oslo Tahun 1993
NET
Presiden Palestina dan Presiden Amerika Serikat 

TRIBUNMANDO.CO.ID - Presiden Palestina Mahmoud Abbas mengatakan, rencana perdamaian Presiden Amerika Serikat (AS) Trump merupakan pelanggaran Perjanjian Oslo yang diteken pada 1993 silam.

Rencana perdamaian Trump tersebut dinilai merugikan pihak Palestina.

Dilansir AFP Sabtu (1/2/2020), Presiden berusia 84 tahun itu mengatakan "Israel akan menanggung akibatnya sebagai negara penjajah di teritori Palestina."

Abbas menambahkan bahwa pihaknya akan berjuang lewat jalan damai.

Ia juga menegaskan, putus hubungan dengan Amerika Serikat dan Israel.

"Kami umumkan kepada Anda semua bahwa tidak ada relasi dengan Israel, dan AS. Termasuk kerja sama di bidang keamanan."

Dikutip Al Jazeera, Abbas menerangkan bagaimana dia diberi tahu bahwa Trump hendak mengirimkan rencana perdamaian yang disebutnya "kesepakatan terbesar abad ini".

"Trump bertanya apakah saya bisa berbicara kepadanya di telepon. Saya menjawab 'tidak'. Dia mengirim surat, saya menolak menerimanya," katanya.

Dia menekankan bahwa Palestina berkomitmen untuk mengakhiri pendudukan Tel Aviv, dan menetapkan negara dengan ibu kotanya di Yerusalem Timur.

Dalam pengumuman yang disampaikan bersama Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu Selasa (28/1/2020), Trump menyampaikan pokok rencana perdamaiannya.

Halaman
12
Editor: Rizali Posumah
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved