Ultimatum Perdamaian Donald Trump dan Benjamin Netanyahu: Kesempatan Terakhir bagi Palestina

Trump membeberkan rencana perdamaian itu, di mana salah satu isinya adalah Yerusalem adalah "ibu kota Israel yang tidak terbagi".

Ultimatum Perdamaian Donald Trump dan Benjamin Netanyahu: Kesempatan Terakhir bagi Palestina
afp
Presiden AS Donald Trump (kanan) dan PM Israel Benyamin Netanyahu 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Presiden AS Donald Trump mengumumkan rencana perdamaian antara Israel dan Palestina.

Namun, pengumuman tersebut langsung mendapat reaksi para pemimin dunia

Presiden Donald Trump dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyebut tawaran itu "kesempatan terakhir" bagi Palestina saat konferensi pers di Gedung Putih

Trump membeberkan rencana perdamaian itu, di mana salah satu isinya adalah Yerusalem adalah "ibu kota Israel yang tidak terbagi".

Dilansir AFP Rabu (29/1/2020), berikut reaksi para kepala negara, tokoh, dan lembaga dunia atas proposal yang ditawarkan presiden ke-45 dalam sejarah AS itu.

Terlihat perbedaan sikap antara sejumlah pemimpin di Eropa, negara-negara Arab, Turki, serta lembaga PBB.

Jerman yang merupakan negara terkuat di Uni Eropa juga menyerukan agar dilakukan pendekatan yang berimbang.

Turki, Iran, dan Yordania, menilai proposal yang diajukan Amerika Serikat itu ingin mengucilkan Palestina.

Sementara Arab Saudi, Uni Emirat Arab (UEA), dan Mesir, memuji serta mengapresiasi kebijakan tersebut, sembari meminta agar Palestina dan Israel agar mempelajari visi yang diberikan Washington secara sungguh-sungguh agar tercipta dialog.

Berikut rincian tanggapan beberapa kepala negara, tokoh, dan lembaga dunia yang dirangkum dari AFP.

Halaman
1234
Editor: Aldi Ponge
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved