Advetorial

Tatong Bara Lihat Kerusakan Akibat Kebakaran Sekolah di Motoboi Besar, Sebut Harus Bangun Baru

Wali Kota Kotamobagu Hj Tatong Bara sambangi lokasi kebakaran di Motoboi Besar, Kotamobagu Timur, Jumat (31/1/2020)

Tribun manado / Alpen Martinus
Tatong Bara Tinjau SDN 1 Motoboi Besar 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Wali Kota Kotamobagu Hj Tatong Bara sambangi lokasi kebakaran di Motoboi Besar, Kotamobagu Timur, Jumat (31/1/2020).

Pada kejadian kebakaran Kamis kemarin, menghanguskan gedung sekolah SD Negeri 1 Motoboi Besar, satu rumah dinas guru, dan dua rumah warga.

Ia awalnya, menyambangi para guru dan kepala sekolah, serta beberapa murid di depan tenda milik BPBD dan Dinsos yang didirikan tepat di depan sekolah.

Juga melihat aset sekolah di dalam tenda. Selain itu, Tatong Bara juga melihat puing bangunan sekolah sisa kebakaran.

Siswa SD Negeri 1 Motoboi Besar Histeris Lihat Sekolahnya Terbakar

Selain itu, Wali Kota juga melihat rumah guru yang terbakar, dan dua rumah warga yang ikut terbakar.

Pada kesempatan tersebut, Wali Kota Kotamobagu juga memberikan dokumen kependudukan baru kepada para korban, berupa KTP, kartu keluarga, dan dokumen kependudukan lain yang ikut terbakar.

"Kami datang untuk melihat langsung seperti apa keadaan yang ada dan tingkat kerusakannya, termasuk berapa rumah yang kena, berapa ruangan yang kena, karena sistem penganggaran kita tidak sama dengan ambil di laci dan langsung boleh pakai," jelasnya.

Pemkab Pertimbangkan Pulangkan Mahasiswa Bolmong di Cina

Lantaran harus ada laporannya, prosesnya ada, tapi paling cepat akan ambil yang memungkinkan sesuai aturan.

"Kita identifikasi, karena proses DAK itu akan segera turun, tapi proses pengadministrasian nya seperti kebakaran, harus benar-benar buatkan dan insya Allah hari ini kita rapat untuk solusi," jelasnya.

Tatong Bara menjelaskan, penyerahan dokumen kependudukan langsung diberikan, supaya keluarga yang menjadi korban kebakaran bisa melakukan pengurusan dokumen lain.

"Kami survei atau datang langsung untuk mengidentifikasi tingkat kerusakan apa saja yang harus kita ambil, untuk pengurusan kembali, sebab proses belajar mengajar tidak boleh berhenti," jelasnya.

Gubernur Olly Pulangkan Mahasiswa Sulut Dari Cina, Pastikan Kondisi Bebas Virus

Solusi juga harus secepatnya diambiladalah adalah bagaimana anak-anak sekolah ini kesehariannya harus bisa belajar seperti biasa.

Ia mengatakan, kemungkinan besar, sekolah akan dibangun kembali, sebab menurutnya secara fisik sudah tidak memungkinkan.

"Asapnya sudah keluar sampai ujung, jadi sudah tidak bisa kalau cuma rehab, harus bangun baru, karena tidak memungkinkan untuk keselamatan anak-anak yang perlu kita jaga," jelas dia. (amg)

Polda Sulut Gagalkan Keberangkatan 6 Wanita, Diduga Akan Dijadikan Wanita Penghibur di Sorong

Penulis: Alpen_Martinus
Editor: David_Kusuma
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved