Breaking News:

NEWS

KRONOLOGI, Petani jadi Tersangka Gara-gara Pasang Jebakan Tikus hingga Warga Meninggal

Seorang warga yang diduga mengidap gangguan jiwa, tewas tersengat aliran listrik dari jebakan tikus

(KOMPAS.COM/SUKOCO)
KRONOLOGI, Petani jadi Tersangka Gara-gara Pasang Jebakan Tikus hingga Warga Meninggal 
TRIBUNMANADO.CO.ID - Seorang warga yang diduga mengidap gangguan jiwa, tewas tersengat aliran listrik dari jebakan tikus
Pelakunya adalah YA (30), warga Desa Budug, Kecamatan Kwadungan, Kabupaten Ngawi, sedangkan korban adalah Mrs X (70).

Kapolres Ngawi AKBP Dicky Ario Yustisianto mengatakan, tersangka lalai saat memasang jebakan tikus beraliran listrik sehingga menyebabkan orang lain tewas.
“Kami tetapkan YA sebagai tersangka. Sebab, kematian korban tersengat aliran listrik,” ujar Dicky, dalam konferensi pers di Polres Ngawi, Kamis (30/1/2020).

Terbaru Mengenai Evakuasi Mahasiswa RI di China, Ada Wacana Akan Dititipkan ke Negara Lain

Polisi mengamankan peralatan jebakan tikus berupa 45 batang bambu untuk melilit kawat yang digunakan memagari area sawah tersangka, 2 buah lampu dan 2 utas kabel listrik yang digunakan untuk menyalurkan listrik dari PLN ke jebakan tikus.

Pelaku mengaku, nekat menggunakan jebakan tikus beraliran listrik karena cara tersebut lebih efektif membunuh tikus daripada dengan cara menggunakan racun maupun dengan cara di gropyok.

“Polisi akan menjerat tersangka dengan Pasal 359 KUHP dengan ancaman hukuman penjara selama lamanya 5 tahun,” imbuh dia.

Dari catatan Kepolisian Resor Ngawi selama 2019 jebakan tikus beraliran listrik telah menewaskan 10 orang.

Putri Delina Pilih Bungkam Meski Saksikan Ibunya Meninggal, Hotman Paris Cecar Teddy: Kenapa?

Korban tewas merupakan petani yang memasang sendiri jebakan tikus beraliran listrik tersebut.
Sementara, di Bulan Januari 2020, Polres Ngawi mencatat 2 orang meninggal di mana salah satu korban tanpa identitas ditemukan di area persawahan tersangka.  
VIRAL, Bakso Berisi Potongan Kaki Tikus, Polisi Periksa Penjual hingga Uji Laboratorium
Sementara, media sosial dihebohkan dengan video viral soal bakso yang diduga berbahan baku daging tikus menggegerkan warga di Kabupaten Madiun, Jawa Timur.

Video berdurasi 24 detik tersebut dibagikan seorang warga berinisial ADR di status WhatsApp (WA) Sabtu (25/1/2020) kemarin malam.

Dalam video tersebut, tampak seseorang sedang meremas bakso yang berada mangkok berwarna hijau.

Kemudian, orang dalam video tersebut menunjukan ada sesuatu benda warna abu-abu menyerupai kaki dengan kuku di bagian ujung, dari bakso yang dia remas.

"Iki opo nek ra sikil'e tikus co," kata seseorang dalam video itu.
VIRAL, Bakso Berisi Potongan Kaki Tikus, Polisi Periksa Penjual hingga Uji Laboratorium
VIRAL, Bakso Berisi Potongan Kaki Tikus, Polisi Periksa Penjual hingga Uji Laboratorium (Surya/Rahadian Bagus)
Video tersebut diunggah seorang perempuan berinisial ADR (20) warga Dusun Jatus, Dersa Kedungrejo, Kecamatan Pilangkenceng, Kabupaten Madiun.

Beberapa hari kemudian, video tersebut viral di media sosial.

Kapolsek Pilangkenceng, AKP Sumantri, ketika dikonfirmasi membenarkan pihaknya tengah menyelidiki kasus video viral bakso diduga berbahan daging tikus.

Pihaknya telah meminta keterangan dari pengungah video dan pemilik bakso.

"Kami sudah memanggil yang bersangkutan untuk kami mintai keterangan," kata AKP Sumantri saat dikonfirmasi, Kamis (30/1/2020).

Jelang Hasil Autopsi Lina, Teddy Ditawari 5 Pengacara, Ada Kuasa Hukum Mantan Istri Entis Sutisna

Dari hasil keterangan saksi, pada Sabtu (25/1/ 2020) sekitar 17.30 WIB, membeli bakso di sebuah kedai di Desa Kedungmaron Kecamatan Pilangkenceng sebanyak dua mangkok bersama temannya dan membungkus satu porsi untuk dibawa pulang.

Kemudian sekitar pukul 20.40 WIB, ADR komplain ke penjual melalui WA bahwa bakso yg dibelinya di temukan sesuatu berupa potongan kecil yg diduga mirip kaki tikus.

Selain itu, ADR merekam temuannya itu dan memposting di status whatsappnya.

"Kronologinya pada saat ADR makan bakso di lokasi, di dalam pentol bakso menemukan daging hitam menyerupai kaki tikus. Kemudian pentol bakso di bungkus di bawa pulang, kemudian dia browsing bentuk kaki tikus dan hasilnya mirip yg ada di dalam pentol bakso.

Kemudian pentol bakso yang dibawa pulang juga diperiksa dan di dalamnya juga terdapat daging hitam yg menyerupai kaki tikus, kemudian divideokan dan buat status WA," katanya.

Pengakuan penjual

Sementara itu, berdasarkan keterangan pemilik kedai bakso, berinisial S, bakso tersebut dia beli dari pedagang bakso berinisial A di Desa Sukorejo, Kecamatan Saradan, Kabupaten Madiun.

Sedangkan A, mengaku mengambil bakso dari wilayah Kabupaten Nganjuk.

"Baksonya ngambil, dia nggak produksi. Sudah sekitar dua tahun berjualan, bukanya pagi hingga sore," imbuhnya.

Tunggu Uji Laboratorium

Kepolisian Resort (Polres) Madiun tengah menyelidiki kasus viral bakso yang diduga berbahan daging tikus.

Kapolsek Pilangkenceng, AKP Sumantri, ketika dikonfirmasi membenarkan pihaknya tengah menyelidiki kasus video viral bakso diduga berbahan daging tikus.
Pihaknya telah meminta keterangan dari pengungah video dan pemilik bakso.

"Kami sudah memanggil yang bersangkutan untuk kami mintai keterangan," kata AKP Sumantri saat dikonfirmasi, Kamis (30/1/2020).

Saat ini, pihak kepolisian sudah berkoordinasi dengan Badan Pengawas Obat dan Makanan (POM) untuk melakukan uji lab dan penelitian terhadap pentol bakso tersebut guna menguji kebenarannya.(*) 
SUBSCRIBE YOUTUBE TRIBUNMANADO OFFFICIAL:
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Pasang Jebakan Tikus yang Sebabkan Warga Meninggal, Petani Ini Jadi Tersangka
Editor: Rhendi Umar
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved