Penerbangan dari Tiongkok ke Manado Dihentikan, Ini Dampaknya Menurut Ekonom Robert Winerungan

Betapa tidak, kerja sama penerbangan langsung dari 8 kota di Tiongkok membawa rata-rata 8-10 ribu wisman ke Manado.

Penerbangan dari Tiongkok ke Manado Dihentikan, Ini Dampaknya Menurut Ekonom Robert Winerungan
Pengamat Ekonomi Sulut Robert Winerungan 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Penghentian sementara penerbangan dari Tiongkok ke Manado menjadi pukulan telak bagi dunia pariwisata Sulut.

Betapa tidak, kerja sama penerbangan langsung dari 8 kota di Tiongkok membawa rata-rata 8-10 ribu wisman ke Manado.

Dengan dihentikannya penerbangan, akan berdampak besar pada kondisi ekonomi Sulut.

Ekonom dari Universitas Negeri Manado, Dr Robert Winerungan mengatakan, imbas langsung dari dihentikannya penerbangan dari Tiongkok ialah angka wisman yang turun drastis.

"Dari wisman  yang datang di Indonesia yang terbanyak adalah wisman Tiongkok. Tentunya secara umum imbasnya pada angka kunjungan wisatawan berkurang," kata Winerungan kepada Tribun Manado, Rabu (29/01/2020).

Katanya, langkah penghentian sementara penerbangan dari Tiongkok demi kepentingan lebih besar, yakni kesematan manusia.

"Langkah itu sudah tepat untuk alasan keamana dan kesehatan," kata Sekretaris ISEI Cabang Manado-Sulut ini.

Lanjut dia, secara otomatis akan mempengaruhi perekonomian di Sulut.

Adapun sektor-sektor terdampak langsung ialah yang selama ini bertalian dengan pariwisata.

"Sektor ekonomi yang banyak didorong oleh pariwisata akan berkurang seperti transportasi, akomodasi yakni perhotelan, makan dan minum serta jasa lainnya," katanya.

Halaman
12
Penulis: Fernando_Lumowa
Editor: Maickel_Karundeng
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved