Dirut Asabri Desak Bentjok-Heru Bayar Utang Rp 10,9 Triliun

Direktur Utama PT Asabri (Persero) Sonny Widjaja memaparkan upaya pemulihan terhadap merosotnya nilai aset saham

Kompas.com
Direktur Utama PT Asabri Sonny Widjaja di Jakarta, Kamis (16/1/2020). 

TRIBUNMANADO.CO.ID, JAKARTA - Direktur Utama PT Asabri (Persero) Sonny Widjaja memaparkan upaya pemulihan terhadap merosotnya nilai aset saham yang mencapai Rp 10,9 triliun.

Salah satunya adalah meminta pertanggungjawaban dari Dirut PT Hanson International Tbk Benny Tjokrosaputro dan Komisaris Utama PT Trada Alam Minera Tbk Heru Hidayat untuk mengembalikan dana kerugian hasil investasi saham dan reksadana. Diketahui keduanya sudah ditetapkan sebagai tersangka oleh Kejaksaan Agung.

Harusnya Yasonna Mundur Bukan Copot Sompie

Menurut Sonny, keduanya telah menyatakan sanggup untuk memenuhi kewajiban mereka, yakni Heru mempunyai utang sebesar 5,8 triliun, sementara Benny sebesar Rp5,1 triliun.

"Saham dan reksadana yang dimiliki oleh dua orang di tetangga sebelah (Benny Tjokro dan Heru Hidayat), sudah ada solusi, berbeda dengan (kasus) Jiwasraya," kata Sonny dalam rapat dengar pendapat (RPD) dengan Komisi XI DPR RI di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (29/1).

Upaya pemulihan lainnya adalah memetakan aset yang bermasalah dan mengubah gaya investasi risk profile agressive ke moderat. Terakhir, Asabri bakal meminta pertanggungjawaban atas kinerja perusahaan manajer investasi yang performa kinerjanya buruk atau underperform.

Sonny Widjaja juga mengakui adanya penurunan aset yang cukup tajam sepanjang tahun 2019. Dia memaparkan, total aset yang belum diaudit dari program Tabungan Hari Tua (THT), Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), dan Jaminan Kematian (JKM) pada 2019 merosot dari Rp 19,4 triliun menjadi Rp 10,6 triliun.

"Total aset dari Akumulasi Iuran Pensiun 2018 Rp 26,9 triliun sedangkan unaudited 2019 menjadi Rp 18,9 triliun," kata Sonny.

Menurut Sonny, penurunan nilai aset itu diakibatkan oleh penempatan investasi dan reksadana di Hanson International Group, grup perusahaan yang dijalankan Benny Tjokrosaputro dan Heru Hidayat.

WHO: Tak Ada Penularan Virus Corona dari Anjing dan Kucing

"Penurunan ini terjadi nilai saham dan reksadana yang menurun khususnya dari dua orang itu (Benny Tjokro dan Heru Hidaya), karena 400-500 tinggal 50 perak. Yang dimaksud saham grup hason internasional grup Benny Tjokro sama Heru Hidayat," jelasnya. Meski begitu, Sonny mengklaim sudah memiliki solusi untuk pemulihan nilai aset yang turun itu.

Sementara itu, Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Pol Idham Azis menyampaikan tim khusus mengusut dugaan korupsi di PT Asuransi Sosial Angkatan Bersenjata Republik Indonesia atau Asabri (Persero) tengah mulai berjalan. Diketahui, saat ini tim mengusut korupsi PT Asabri bentukan Idham Azis dipimpin oleh Kepala Badan Reserse Kriminal (Kabareskrim) Polri Listyo Sigit Prabowo.

Halaman
12
Penulis: reporter_tm_cetak
Editor: Lodie_Tombeg
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved