Wabah Virus Corona, Presiden Jokowi Minta Tidak Panik Berlebihan Namun Tetap Waspada

Jokowi meminta masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap wabah virus corona yang terkonfirmasi menyebar di 13 negara

Wabah Virus Corona, Presiden Jokowi Minta Tidak Panik Berlebihan Namun Tetap Waspada
Instagram/jokowi
Presiden Jokowi dalam satu rapat kabinet terbatas di Kampar, Riau 3 Mei 2019. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Presiden Joko Widodo meminta masyarakat untuk tidak panik dan cemas secara berlebihan mengenai virus corona.

Jokowi meminta masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap wabah virus corona yang terkonfirmasi menyebar di 13 negara.

"Pengawasan di semua bandara kita, terutama yang berhubungan dengan flight dari dan ke Tiongkok sudah kita lakukan. Yang paling penting, hati-hati dan waspada terhadap gejala yang ada," ujar Jokowi di PT PAL, Surabaya, Senin (27/1/2020), seperti dikutip siaran pers resmi Istana.

Suasana di Rumah Sakit Palang Merah Wuhan, China, Sabtu (25/01/2020).
Suasana di Rumah Sakit Palang Merah Wuhan, China, Sabtu (25/01/2020). (AFP/HECTOR RETAMAL VIA KOMPAS.COM)

Selain itu, Jokowi juga menegaskan, pemerintah berupaya keras memberi perlindungan dan mencukupi kebutuhan warga negara Indonesia (WNI) yang saat ini masih berada di Wuhan, China, kota asal munculnya virus corona.

Presiden Jokowi yang juga terus memantau perkembangan wabah corona menyebutkan, pihak Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Beijing terus menjalin kontak dengan WNI di sana.

"Sementara masih berada di sana. KBRI sudah bicara detail dan mengikuti," tuturnya.

Kepala Negara menjelaskan, pemerintah melalui KBRI berupaya keras untuk memenuhi kebutuhan logistik para WNI tersebut dan memastikan agar pengiriman bantuan tersebut dapat berjalan dengan baik.

Virus corona (coronavirus) tengah menjadi perhatian dunia.

Pasalnya, selain mulai menyebar di kota Wuhan, China, virus corona jenis baru tersebut juga terdeteksi hingga Amerika Serikat.

Berdasarkan informasi dari Komisi Kesehatan Nasional China, virus corona memiliki kemiripan seperti virus SARS dan MERS yang dapat mengakibatkan kematian bagi penderitanya.

Sejak diketahui sebagai wabah misterius yang menyebabkan pneumonia, jumlah pasien yang terinfeksi virus ini terus bertambah.

Hingga Senin pagi, Pemerintah China menyatakan, korban meninggal akibat wabah virus corona mencapai 80 orang dengan lebih dari 2.300 orang terinfeksi.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Wabah Virus Corona, Presiden Jokowi Minta Masyarakat Tak Cemas Berlebihan"

Virus Corona Juga Ada pada Anjing dan Kucing, AFMI Imbau Masyarakat Berhenti Memakannya

Virus Corona Tewaskan 80 Orang di Seluruh Dunia, Ini Daftar Pasien di Setiap Negara

100 Ribu Orang di Seluruh Dunia Diduga Terinfeksi Virus Corona, Ahli Beri Peringatan Penyebarannya

Editor: Finneke Wolajan
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved