News
PULUHAN Kambing Mati Secara Misterius, Kondisi Tubuh Tercabik-Cabik, BKSDA Pasang CCTV
Ada puluhan kambing mati mendadak. Penyebabnya belum diketahui. Hewan kambing milik warga Pacitan mati dengan kondisi tercabik-cabik.
TRIBUNMANADO.CO.ID - Puluhan kambing tiba-tiba mati mendadak. Masih misterius apa penyebab kematian kambing-kambing tersebut.
Jumlahnya ada 43 ekor kambing mati secara misterius. Kejadian ini terjadi di Jawa Timur.
Untuk mengetahui penyebab kematian puluhan kambing tersebut, BKSDA Jatim pasang CCTV.
Pemasangan CCTV untuk mencari tahu jenis hewan buas serang 43 ekor kambing di Pacitan tersebut.
Sampai saat ini, sejumlah instansi masih menangani kasus 43 ekor kambing mati misterius di Pacitan.
Berbagai upaya dilakukan Dinas Peternakan (Disperta) Pacitan cari tahu jenis hewan mangsa 43 kambing warga di Kecamatan Kebonagung.
Selain meminta bantuan dari BPBD Pacitan, Disperta juga meminta bantuan dari BKSDA Provinsi Jatim dan juga Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur.
Kasi Pencegahan dan Pemberantasan Penyakit Hewan, Dinas Pertanian Pacitan, Kus Handoko mengatakan tim dari BKSDA Jatim sudah memasang CCTV di beberapa titik di Kecamatan Kebonagung, Kabupaten Pacitan.
Harapannya, hewan misterius ini akan tertangkap kamera CCTV sehingga bisa diketahui jenis jewan tersebut.
"Dari BKSDA Jatim juga sudah memasang CCTV, tetapi juga belum diketahui hewan apa yang menyerang kambing warga"
"Dari Perbakin juga sudah membantu, tapi hewan apa juga belum diketahui," kata Handoko saat dihubungi, Minggu (26/1/2020) siang.
Selain meminta bantuan dari BKSDA, Disperta Pacitan juga meminta bantuan dari Tim Laboratorium Kesehatan (Labkes) Hewan di Tuban, milik Dinas Peternakan Provinsi. Pada Kamis (23/1/2020) lalu.
Tim Labkes Hewan di Tuban didatangkan untuk mengetahui apakah penyebab kematian hewan ternak ini dikarenakan virus atau apakah karena serangan hewan buas.
"Hasilnya belum keluar, karena mereka baru datang Kamis (23/1/2020) lalu. Mereka mengambil sample untuk diteliti apakah karena virus atau karena serangan hewan buas," jelasnya.
Diberitakan sebelumnya, sebanyak 43 kambing milik warga di Kecamatan Kebonagung, Kabupaten Pacitan, mati secara misterius.
Lokasi kejadian tersebar di tiga desa, Desa Kalipelus Desa Klesem, Desa Katipugal, Kecamatan Kebonagung.
Kasi Pencegahan dan Pemberantasan Penyakit Hewan, Dinas Pertanian Pacitan, Kus Handoko, mengatakan saat ini sudah dilakukan berbagai upaya pencegahan.
Hasilnya, sudah tiga hari terakhir, sejak Jumat (24/1/2019), sudah tidak ada Kambing warga yang menjadi korban serangan hewan buas yang belum diketahui jenisnya ini.
"Terakhir 43 ekor kalau tidak salah, sudah tiga hari ini belum ada hewan yang diserang," kata Kus Handoko, saat dihubungi.
Polisi dan TNI Turun Tangan
Kini, masyarakat sedang dihebohkan adanya 43 ekor kambing mati dicabik-cabik hewan misterius.
Polisi dan TNI sampai turun tangan tangani kasus 43 ekor kambing mati diserang hewan misterius.
Simak, kronologi 43 ekor kambing mati tercabik hewan misterius yang buat polisi dan TNI turun tangan.
Adanya 43 ekor kambing warga mati misterius terjadi di Kecamatan Kebonagung, Kabupaten Pacitan.
Kejadian 43 ekor kambing mati secara misterius di tiga desa di Kabupaten Pacitan.
Antara lain Desa Kalipelus, Desa Klesem, dan Desa Katipugal.
Kasi Pencegahan dan Pemberantasan Penyakit Hewan, Dinas Pertanian Pacitan, Kus Handoko mengatakan saat ini sudah dilakukan berbagai upaya pencegahan.
Hasilnya, sudah tiga hari terakhir, sejak Jumat (24/1/2019), sudah tidak ada Kambing warga yang menjadi korban serangan hewan buas yang belum diketahui jenisnya ini.
"Terakhir 43 ekor kalau tidak salah, sudah tiga hari ini belum ada hewan yang diserang," kata Kus Handoko, saat dihubungi, Minggu (26/1/2019) sore.
Handoko menuturkan, saat ini pihak Disperta Pacitan telah berkoordinasi dengan Polisi, TNI, BPBD, BKSDA dan juga Perbakin untuk membantu mencari tahu hewan yang menyerang kambing milik warga.
"Ini juga sudah dilakukan usaha pencegahan, kemarin dari pihak kepolisian, TNI, BPBD, BKSDA, Perbakin sudah ke lapangan, tetapi juga belum diketahui hewan apa yang memangsa," katanya.
Puluhan kambing milik warga di Kecamatan Kebonagung, Kabupaten Pacitan, mati secara misterius.
Lokasi kejadian tersebar di Desa Kalipelus dan Desa Klesem, Kecamatan Kebonagung.
Diduga puluhan kambing ini mati akibat diserang hewan buas.
Sebab, saat ditemukan kondisi tubuh kambing mengalami luka tercabik-cabik.
Pencuri Kambing Pakai Ilmu Hitam?
Seorang korban pencurian kambing, Maknur merasa terkena ilmu hitam sehingga 24 ekor kambing Maknur raib digondol maling.
Tidak hanya 24 kambing dibawa kabur maling, namun pencuri kambing potong kambing di dalam kandang saat itu.
Diketahui, aksi pencurian kambing ini terjadi di Kawasan Rawa Buaya, Jakarta Barat, pada Minggu (24/11/2019).
Menurut Maknur, tidak ada satupun warga yang mendengar suara kambing menjerit saat pencuri memotong kambing Maknur di dalam kandang.
"Saya juga heran, bener-bener kaya kena gendam kita semua, tidak ada yang bangun satupun," katanya pemilik kambing berusia 58 tahun ini ditemui di lokasi kejadian Minggu (24/11/2019).
Pasalnya kata Maknur, mustahil tidak ada satupun kambing yang berteriak saat disembelih pada Sabtu dini hari lalu. Apalagi kandang mereka semua persis di belakang rumah.
"Kambing melahirkan saja Pukul 03.00 WIB saya dengar, masa ini 24 kambing dipotong saya tidak dengar," kata pemilik 14 kambing itu.
Pemilik kambing lainnya Nani mengamini dugaan Maknur.
Pemilik 6 kambing itu akui janggal dengan pencurian kambing pertama yang mereka alami itu.
"Tetangga saya itu punya bayi, setiap tengah malam bangun, katanya gak mendengar suara apa-apa," jelas Nani.
Kata Nani, menurut penuturan tetangganya hanya sura ayam dan bebek yang berisik di kandang ternak tersebut.
Diberitakan Wartakotalive.com sebelumnya Sebanyak 24 kambing warga Rawa Buaya hilang misterius.
Tersisa di kandang hanya darah dan jeroan kambing.
Salah satu pemilik kambing Maknur (58) mengatakan kambing-kambing tersebut hilang Sabtu (23/11/2019) dini hari.
Kandang yang persis di belakang rumah para pemilik kambing itu sudah kosong melompong saat dikunjungi Wartakotalive.com Minggu (24/11/2019) sore.
Hanya tersisa darah yang sudah mengering dan kotoran kambing di 3 kandang kambing tersebut.
Maknur menjelaskan kandang kambing tersebut dimiliki oleh 3 orang warga RT 001 RW 04, Rawa Buaya, Jakarta Barat.
"Hilang semua, ludes, hanya disisakan jeroan ini saja," kata Maknur sambil menunjuk kandang kambing yang kosong melompong.
Kemungkinan kambing-kambing tersebut dipotong di dalam kandang secara langsung saat dicuri.
Buktinya, para pemilik menemukan darah dan jeroan yang ditinggalkan oleh pencuri.
"Ada kambing yang lagi hamil, 3 bayinya itu ditinggalkan sudah dikubur disini," kata Maknur.
Anehnya jelas Maknur para warga tidak mendengar keributan saat pencuri kambing melakukan aksinya.
Tidak ada suara jeritan kambing atau suara berisik dari kandang.
Padahal kandang kambing persis di belakang rumah para pemilik.
"Anehnya kami itu sama sekali tidak dengar suara gaduh atau jeritan kambing, seperti disirep semuanya, padahal kambing melahirkan saja biasanya berisik apalagi dipotong," kata Maknur.
Maknur mengatakan sudah melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Kalideres.
Kata Maknur ada CCTV milik Gudang di wilayah tersebut yang memantau aksi pencurian tersebut.
Dijelaskan sebuah mobil Avanza berwarna abu-abu terpantau Pukul 02.45 berhenti tidak jauh dari kandang kambing saat pencurian berlangsung.
"Kemungkinan kambing yang sudah dipotong dimasukan ke dalam mobil," kata Maknur.
Saat ini kata Maknur, CCTV telah diserahkan kepada aparat berwajib.
Maknur berharap para pencuri kambing bisa tertangkap.
Adapun kerugian akibat pencurian tersebut ditaksir mencapai Rp20 juta.
Ketiga pemilik kambing ialah Maknur 10 kambing dan 3 anak kambing.
Kaseh ada 5 kambing dan Guntur sebanyak 6 kambing.
"Semoga pencurinya cepat ketangkep deh, karena saya dengar sebelumnya di Rawa Buaya pernah kejadian hal sama baru-baru ini," harap Maknur. (m24)
Artikel ini telah tayang di Wartakotalive
Subscribe YouTube Channel Tribun Manado:
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/kambing-mati-mendadak-26236.jpg)