Kesehatan

Kenali Gejala Infeksi Salurah Kemih, Wanita Lebih Rentan Alami

Kenali gejala infeksi saluran kemih (ISK) lebih dini. Wanita kebanyakan sering mengalami penyakit ini dibandingkan dengan pria.

Kenali Gejala Infeksi Salurah Kemih, Wanita Lebih Rentan Alami
Kompas.com
Ilustrasi berkemih. 

Dalam kasus ISK pada anak-anak, dr. Arifianto dkk. mengutarakan, ada perbedaan gejala yang mungkin antara anak usia 2 – 24 bulan dengan 2 tahun ke atas.
Berikut perbedaannya:

1. Gejala ISK pada bayi atau anak usia 2- 24 bulan

  • Gejala tidak spesifik
  • Demam tanpa sumber yang jelas yang bisa disebut Fever Without Source (FWS) dan atau Fever of Unknown Origin (FUO)
  • Rewel
  • Muntah
  • Tidak mau makan

2. Gejala ISK pada anak besar

  • Nyeri saat berkemih
  • Frekuensi berkemih yang meningkat
  • Urine berwarna merah karena mengandung darah
  • Nyeri perut
  • Nyeri punggung
  • Kembali mengompol pada siang hari setelah sebelumnya berhenti mengompol

Sulit didiagnosis
Karena sulitnya ISK didiagnosis hanya berdasarkan gejala, pemeriksaan urine (urinalisis) dan penumbuhan bakteri di laboratorium (kultur urine) sangat dibutuhkan untuk diagnosis.

Kultur juga penting untuk menyesuaikan antibiotik yang digunakan dengan jenis kuman penyebab ISK.

Untuk menegakkan diagnosis ISK, dua hal ini harus terpenuhi, yakni:

  • Sel darah putih dan atau bakteri pada pemeriksaan urine
  • Satu spesialis bakteri yang tumbuh pada kultur urine dengan batas jumlah koloni tergantung cara pengambilan urine

Jika ternyata ditemukan bakteri di urine dalam jumlah yang signifikan tanpa adanya gejala dan tanda peradann atau infeksi, disebut asymptomatic bacteriuria. 

Kondisi ini tidak lagi termasuk ISK, maka penggunaan antibiotik lebih besar bahayanya dibanding manfaatnya. 

Pada kasus asymptomatic bacteriuria, tidak ditemukan sel daah putih pada pemeriksaan urine mikroskopis karena tidak tidak ada inflamasi atau infeksi.(*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Infeksi Saluran Kemih: Gejala hingga Alasan Wanita Lebih Rentan Alami".

Editor: Isvara Savitri
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved