News

RedDoorz Disangkah Mengemplang Pajak, Adil Mubarak: Saya Pastikan Bayar Pajak Sejak Masuk Indonesia

RedDoorz memang awalnya didirikan oleh pria asal India, Amit Saberwal dan kini telah ekspansi hingga ke beberapa negara.

RedDoorz Disangkah Mengemplang Pajak, Adil Mubarak: Saya Pastikan Bayar Pajak Sejak Masuk Indonesia
tribunnews.com/Fitri Wulandari
RedDoorz saat meluncurkan layanan KoolKost di kawasan Kemang, Jakarta Selatan, Kamis (23/1/2020). 

TRIBUNMANADO.CO.ID - RedDoorz merupakan layanan penewaan kamar melalui aplikasi yang menawarkan penginapan dengan tarif yang murah.

Tarif yang murah tersebut sangat digandrungi oleh para Backpacker dalam mellancong di sebuah daerah.

Namun, Disebut tidak taat pajak, perusahaan penyedia jasa penginapan online RedDoorz mengaku membayarkan pajak sejak platform ini masuk ke Indonesia.

RedDoorz memang awalnya didirikan oleh pria asal India, Amit Saberwal dan kini telah ekspansi hingga ke beberapa negara.

Namun di Indonesia, platform layanan penginapan murah ini dianggap tidak tertib pajak.

TERUNGKAP Praktik Curang Dokter Ilegal Asal China, Untung Hingga Rp 1 Miliar, Ini Modus yang Dipakai

MAKI Gugat 5 Pimpinan Hingga Dewan Pengawas KPK ke Pengadilan

Ari Sigit Terima Rp 3 Miliar dari MeMiles, Diduga Jadi Konsultan PT Kam and Kam

Vice President of Operations RedDoorz Adil Mubarak menekankan pihaknya sudah melakukan kewajibannya.

"Kalau semua pembayaran pajak RedDoorz, semua kita bayar. Dan semenjak (RedDoorz masuk) di Indonesia, semua kita bayar,"ujar Adil, di kawasan Kemang, Jakarta Selatan, Kamis (23/1/2020).

Ia pun mengaku tidak mengetahui siapa yang mengatakan bahwa pihaknya tidak membayar pajak.

"Saya enggak tahu itu (nggak bayar pajak) omongan siapa, tapi (RedDoorz) itu legal dan setiap tahun kita bayar pajak," jelas Adil.

Perlu diketahui, sebelumnya Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) melalui pernyataan Asisten Deputi Investasi Hengki Manurung menilai bahwa platform satu ini tidak memenuhi persyaratan dalam penawaran hotel karena RedDoorz hanya menjual sekitar 10 kamar.

Ia menjelaskan bahwa jika jumlah kamar yang terjual hanya sekitar 10 kamar saja, maka tentu 'lepas' dari pajak.

"Jadi, mereka punya brand sendiri dan marketplace untuk memasarkan kos-kosan sendiri, kos-kosan di bawah 10 kamar, tidak akan pernah kena pajak," kata Hengki, beberapa waktu lalu.

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com

Subscribe Youtube Tribun manado Official

Editor: Gryfid Talumedun
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved