PP Muhammadiyah Resmi Haramkan Rokok Elektrik: Unsur Menjatuhkan Diri Dalam Kebinasaan

Wawan Gunawan Abdul Wahid, menandaskan, antara rokok konfensional, maupun elektrik, memiliki dampak yang sama-sama membahayakan kesehatan.

PP Muhammadiyah Resmi Haramkan Rokok Elektrik: Unsur Menjatuhkan Diri Dalam Kebinasaan
IST/MedicalNewsToday
Ilustrasi rokok elektrik atau vape 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Muhammadiyah, resmi melabeli e-cigarette dengan stempel haram, lewat fatwa tegasnya.

Melalui pertemuan dalam rangka dukungan terhadap regulasi kawasan tanpa rokok di Kantor PP (Pimpinan Pusat) Muhammadiyah, Yogyakarta, Jumat (24/1/20), Majelis Tarjih dan Tajdid seakan meneguhkan posisi Muhammadiyah, terhadap fenomena rokok ini.

Anggota Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah, Wawan Gunawan Abdul Wahid, menandaskan, antara rokok konfensional, maupun elektrik, memiliki dampak yang sama-sama membahayakan kesehatan.

Karena itu, pihaknya pun merasa perlu mengambil sikap.

"Ya, dengan mengeluarkan fatwa mengenai larangan rokok elektronik, atau sering disebut vape. Larangan ini dikeluarkan oleh Majelis Tarjih pada 14 Januari 2020 di Yogyakarta," tandasnya, Jumat (24/1/20).

Ilustrasi rokok elektrik.
Ilustrasi rokok elektrik. (NET)

Hal ini sekaligus mempertegas fatwa yang dikeluarkan Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah 2010 lalu, tentang hukum merokok.

Menurutnya, merokok vape, atau disebut e-cigarette, hukumnya adalah haram, layaknya rokok konvensional pada umumnnya.

"Merokok e-cigarette sama saja mengonsumsi khabais (merusak/membahayakan), serta mengandung unsur menjatuhkan diri dalam kebinasaan," cetusnya.

Fatwa tersebut, lanjut Wawan, merujuk QS Al-Baqarah (2:195) dan QS An-Nisa (4:29). Sebab, e-cigarette ini berpotensi membahayakan diri sendiri dan orang lain yang terkena paparan uapnya, sebagaimana sudah disepakati para ahli medis, maupun akademisi.

"Sama dengan rokok konvensional, e-cigarette diakui mengandung zat adiktif dan unsur racun yang bahaya. Dampak buruk e-cigarette pun dapat dirasakan pada jangka pendek, maupun panjang," ucapnya.

Halaman
1234
Editor: Rhendi Umar
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved