Pemerintahan Indonesia

Jokowi Beri Peringatan Pada Jajaran Menteri, Lebih Khusus Menkumham: Hati-hati Membuat Pernyataan

Jokowi pun meminta semua jajarannya jangan asal menerima data ataupun informasi dari bawahannya tanpa melakukan pengecekan secara ulang.

Jokowi Beri Peringatan Pada Jajaran Menteri, Lebih Khusus Menkumham: Hati-hati Membuat Pernyataan
Kolase Tribun Manado/ Foto: Tribunnews.com/Kompas.com
Jokowi Beri Peringatan Pada Jajaran Menteri, Lebih Khusus Menkumham: Hati-hati Membuat Pernyataan 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengingatkan Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly untuk berhati-hati menyampaikan pernyataan ke publik.

Hal tersebut disampaikan Jokowi seiring tidak singkronnya data yang disampaikan Yasonna dengan realitas dilapangan soal keberadaan caleg PDIP Harun Masiku yang menjadi buruan KPK.

"Saya hanya ingin, saya hanya pesan, titip kepada semua menteri, semua pejabat kalau membuat statement itu hati-hati," ujar Jokowi di Istana Negara, Jakarta, Jumat (24/1/2020).

"Terutama yang berkaitan dengan angka-angka, dengan data, dengan informasi, hati-hati," sambung Jokowi.

Presiden Jokowi dalam satu rapat kabinet terbatas di Kampar, Riau 3 Mei 2019.
Presiden Jokowi dalam satu rapat kabinet terbatas di Kampar, Riau 3 Mei 2019. (Instagram/jokowi)

Jokowi pun meminta semua jajarannya jangan asal menerima data ataupun informasi dari bawahannya tanpa melakukan pengecekan secara ulang.

"Jangan sampai informasi dari bawah langsung diterima tanpa kroscek terlebih dahulu," ucap Jokowi.

Presiden mengaku tidak ingin berspekulasi terkait kekeliruan informasi yang disampaikan Yasonna soal Harun Masiku.

"Saya tidak tahu, tapi yang jelas semua harus hati-hati dalam membuat pernyataan, apalagi yang berkaitan dengan hukum. Hati-hati," papar Jokowi.

Harun ditetapkan sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam kasus suap pergantian antarwaktu (PAW) DPR periode 2019-2024. Ia diduga menyuap Komisioner KPU Wahyu Setiawan.

Yasonna Laoly meminta maaf di Kantor Kemenkumham, Rabu (22/1/2020).
Yasonna Laoly meminta maaf di Kantor Kemenkumham, Rabu (22/1/2020). (Kompas.com)

Imigrasi menyebut Harun kabur ke Singapura pada 6 Januari 2020 atau dua hari sebelum operasi tangkap tangan. Namun, pada 7 Januari 2020, Harun kembali ke Indonesia.

Halaman
123
Editor: Frandi Piring
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved