Berita Nasional

25 Tambang Emas Sebabkan Banjir Bandang Ditutup Polisi, Diduga Melanggar Aturan

Operasi ini dilakukan Polda Banten dalam beberapa kali operasi setelah banjir bandang menerjang enam kecamatan di Kabupaten Lebak, Banten.

ANTARA FOTO/MUHAMMAD BAGUS KHOIR
Pembersihan tumpukan lumpur yang terbawa banjir di Desa Ciladaheun, Lebak, Banten, Senin (20/01/2020). 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Pihak kepolisian menutup 25 tambang emas ilegal.

Operasi ini dilakukan Polda Banten dalam beberapa kali operasi setelah banjir bandang menerjang enam kecamatan di Kabupaten Lebak, Banten.

Polisi menutupnya lantaran dianggap sebagai salah satu pemicu terjadinya banjir bandang.

Khususnya yang menerjang permukiman di sekitar Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS).

"Total 25 (lubang), operasi pertama menutup 4 lubang, kedua 11 lubang dan terbaru kemarin 10 lubang," kata Kabid Humas Polda Banten Kombes Pol Edy Sumardi kepada Kompas.com melalui pesan singkat WhatsApp, Kamis (24/1/2020).

Lubang tambang tersebut tersebar di tiga kecamatan di Kabupaten Lebak, yakni Kecamatan Lebak Gedong, Cibeber dan Kecamatan Sobang. Lubang itu berada di sejumlah blok di tiga kecamatan tersebut.

Blok-blok yang sudah ditutup oleh Tim Satuan Tugas (Satgas) antara lain di Cimari, Cirotan, Cidandak, Gunung Leutik, Muara Tilu, Bunung Masigit Pasir Wiru, Sopal, dan Cigadang.

Kemudian Ciburuluk, Ciawitali, Cikatumburi, Pasir Ipis, Ciburiling, Cikopo dan Cimadur.

Lubang yang ditutup, kata Edy, merupakan lubang tambang dalam sekala besar dan kemungkinan masih beroperasi.

Sementara pada saat penyisiran, ditemukan ratusan lubang tambang, namun tidak seluruhnya aktif atau sudah ditinggalkan.

Halaman
12
Editor: Alexander Pattyranie
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved