News

Ustaz Bangkalan Jadi Pegedar Sabu, Ditangkap Setelah Buron, Akui Tak Haram Karena Tak Ada di Alquran

Oknum ustaz ditangkap karena diduga mengedarkan sabu. Ustaz tersebut berinisial AM (46).

Ustaz Bangkalan Jadi Pegedar Sabu, Ditangkap Setelah Buron, Akui Tak Haram Karena Tak Ada di Alquran
Surya/Ahmad Faisol
Oknum ustaz ditangkap karena diduga mengedarkan sabu. Ustaz tersebut berinisial AM (46). 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Seorang oknum ustaz ditangkap karena diduga mengedarkan sabu. Ustaz tersebut berinisial AM (46), warga Desa Pesanggrahan, Kwanyar, Bangkalan.

"Kami berhasil menangkap salah seorang DPO, kebetulan berstatus bindereh (ustaz) atau tenaga pengajar di salah satu pondok pesantren," ungkap Kapolres Bangkalan AKBP Rama Samtama Putra dalam siaran pers Ungkap Kasus Narkoba periode 9-17 Januari 2020 yang digelar di Mapolres Bangkalan, Rabu (22/1/2020).

AM menjadi buruan Satreskorba Polres Bangkalan selama dua bulan terakhir.

Setelah polisi mendapatkan dua pelaku narkoba tengah mengisap sabu di dalam rumahnya.

Rama menjelaskan, pihaknya kehilangan jejak AM saat memburunya di Mojokerto Jawa Timur, Klaten Jawa Tengah, hingga Bekasi Jawa Barat.

"Kami kehilangan jejak saat memburunya.

Oknum ustaz ditangkap karena diduga mengedarkan sabu. Ustaz tersebut berinisial AM (46).
Oknum ustaz ditangkap karena diduga mengedarkan sabu. Ustaz tersebut berinisial AM (46). (Surya/Ahmad Faisol)

Setelah mendapatkan info ia pulang, kami bekuk. Tidak ada perlawanan," ungkapnya.

Hingga saat ini, tersangka AM masih berpandangan bahwa sabu tidak dilarang dalam Alquran.

"Menghisap sabu menurutnya meningkatkan semangat dalam membaca Alquran," tutur Rama.

Bahkan, dalam lembaran rilis disampaikan bahwa anggapan sabu tidak haram telah disampaikan kepada beberapa santri di salah satu pondok pesantren di Surabaya.

Halaman
1234
Editor: Frandi Piring
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved