Menikah Dengan Orang Cina, Dijanjikan Hidup Sejahtera Malah Menderita, Ini Kisah Pengantin Pesanan

Belum satu pun pelaku yang dijatuhi hukuman di Indonesia, meski diduga ini merupakan kejahatan transnasional yang melibatkan kartel perdagangan orang

Menikah Dengan Orang Cina, Dijanjikan Hidup Sejahtera Malah Menderita, Ini Kisah Pengantin Pesanan
BBC News
Merry, salah seorang korban pengantin pesanan China, membeberkan kisahnya 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Lembaga advokasi migran dari China memulangkan puluhan perempuan Indonesia sepanjang 2019 setelah mereka terperangkap perdagangan manusia berkedok pernikahan.

Sejumlah perempuan Indonesia lainnya, yang sebagian besar berasal dari Kalimantan Barat, diduga masih berupaya melarikan diri dari rumah 'suami atau mertua' mereka di China.

Tidak ada data resmi tentang jumlah korban kasus ini.

Belum satu pun pelaku yang dijatuhi hukuman di Indonesia, meski diduga ini merupakan kejahatan transnasional yang melibatkan kartel perdagangan orang.

BBC Indonesia bertemu dengan beberapa perempuan yang kerap disebut pengantin pesanan itu, baik yang berhasil kembali maupun yang masih berusaha mencari jalan pulang ke Indonesia.

"Mereka bilang tidak akan ada KDRT (kekerasan dalam rumah tangga), ternyata yang saya alami lebih parah. Kalau saya mengingat pengalaman itu, rasanya mengerikan."

Pernyataan itu diutarakan Merry, perempuan asal Kalimantan Barat. Saya menjumpai Merry di rumah semipermanen milik orang tuanya, November lalu, tujuh bulan setelah ia pulang dari China.

Merry tak menyangka kehidupan remajanya yang sempat jatuh ke titik nadir akan semakin tenggelam saat ia terbang ke China tahun 2018.

Kala itu Merry setuju menikah dengan laki-laki asal China. Ia bertemu lelaki itu setelah menerima tawaran dari Nurlela, sepupu perempuannya.

Merry bersedia menjalin rumah tangga dan diboyong laki-laki yang tak dikenalnya ke China. Ia berkata, pertimbangannya adalah iming-iming kesejahteraan yang lebih baik.

Halaman
1234
Editor: Finneke Wolajan
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved