Siswa SMA Bunuh Begal

Inilah Putusan Hakim soal Siswa SMA Bunuh Begal, Kuasa Hukum Kecewa

Putusan ini nampaknya sesuai dengan tuntutan yang disampaikan oleh JPU dalam sidang tuntutan pada Selasa (21/1/2020).

Inilah Putusan Hakim soal Siswa SMA Bunuh Begal, Kuasa Hukum Kecewa
TRIBUNJATIM.COM/KUKUH KURNIAWAN
ZA saat menjalani persidangan agenda pembacaan tuntutan dari JPU, Selasa (21/1/2020). 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Putusan bagi ZA, remaja pembunuh begal di Malang telah dibuat hakim dalam sidang pembacaan putusan di Pengadilan Negeri Kepanjen, Kamis (23/1/2020).

Pelajar SMA itu diputuskan majelis hakim agar dikirm ke LKSA (Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak) di Dairul Aitam Wajak untuk menjalani pembinaan selama satu tahun.

Putusan ini nampaknya sesuai dengan tuntutan yang disampaikan oleh JPU dalam sidang tuntutan pada Selasa (21/1/2020).

Dalam sidang putusan hari ini, Hakim memutuskan, ZA terbukti  melakukan tindakan  penganiyayaan berujung  kematian berdasar Pasal 351 KUHP.

Unsur unsur pada Pasal 351 ayat 3 itu adalah terjadi proses penganiayaan.

"Namun dalam BAP dari Polres Malang yang kita terima, peristiwa itu hanya terjadi proses penikaman saja,"

"Pasal 340, Pasal 338 dan undang-undang terkait bawa senjata tajam tidak terbukti. Hanya penganiyayaan Pasal 351 KUHP yang terbukti," beber pengacara ZA, Bhakti Riza usai sidang di ruang Tirta anak, Pengadilan Negeri Kepanjen, Kamis (23/1/2020).

Dengan adanya putusan tersebut, harapan sebelumnya mendapat  putusan lepas atau onslag van recht vervolging pupus.

Bhakti menerangkan masih akan memikirkan kembali sikap yang akan dilakukan selama tujuh hari.

Ditanya kemungkinan mengajukan banding, Bhakti masih belum bisa berkomentar.

Halaman
123
Editor: Aldi Ponge
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved