Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Wabah Corona Virus Jenis Baru yang Mematikan, 200 Orang Asia Terinfeksi, Bisa Menular Antar Manusia

Analisis statistik berdasarkan orang yang terinfeksi di dalam maupun luar China, mungkin jumlah yang terinfeksi sebenarnya lima sampai 11 kali lipat

Editor: Finneke Wolajan
AFP/NOEL CELIS
Seorang perempuan melintas di depan pasar ikan di Kota Wuhan, China, yang ditutup terkait dugaan sebagai lokasi awal merebaknya virus misterius di negara itu, Minggu (12/1/2020). Virus misterius mirip pneumonia telah menjangkiti puluhan orang dan menelan korban jiwa kedua di China, menurut pemerintah setempat. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Corona virus jenis baru telah menginfeksi lebih dari 200 orang Asia, termasuk Jepang, Thailand, dan Korea Selatan, dapat ditularkan dari manusia ke manusia.

Artinya virus tersebut dapat menyebar lebih cepat dan membuatnya menjadi lebih berbahaya.

Sejauh ini, virus yang mengganggu pernapasan itu dianggap sebagai novel Coronavirus dan dijuluki 2019-nCoV.

virus corona
virus corona (bbc.co.uk)

Virus ini pertama kali dilaporkan di Wuhan, China, pada Desember 2019.

Coronavirus terkait dengan MERS dan SARS, serta flu biasa, dan memiliki gejala pneumonia.

Jumlah orang yang terinfeksi telah meroket dalam beberapa hari terakhir.

Kabar terakhir, tiga orang tewas karenanya.

Dilansir IFL Science, Senin (20/1/2020), direktur State Key Laboratory of Respiratory Disease Zhong Nanshan berkata kepada media lokal, bahwa virus tersebut tidak hanya menyebar ke keluarga pasien yang terinfeksi, tapi juga 14 petugas medis yang melakukan kontak dengan pasien.

Inilah yang mengonfirmasi bahwa virus tersebut dapat ditularkan dari manusia ke manusia.

"Kunci untuk mengendalikan penyebaran penyakit saat ini adalah mencegah munculnya penyebar super dari virus," ucap Zhong kepada South China Morning Post.

Hal ini merujuk pada pasien yang menularkan virus ke petugas medis yang merawatnya.

Laporan resmi menyatakan bahwa 224 orang terinfeksi.

Namun, analisis statistik berdasarkan orang yang terinfeksi di dalam maupun luar China, mungkin jumlah yang terinfeksi sebenarnya lima sampai 11 kali lipat lebih banyak.

Virus ini dialami oleh tiga orang dari luar China, setelah ketiganya melakukan perjalanan ke Wuhan.

Otoritas kesehatan China dan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) masih memantau perkembangan situasi untuk mencegah penyebaran virus lebih lanjut.

Para ahli tidak dapat memprediksi bagaimana situasi akan berkembang. Terlalu dini untuk memberi prediksi.

"Kami masih dalam tahap awal wabah. Ada banyak pekerjaan yang harus dilakukan otoritas China dan sejumlah ahli untuk mengabarkan perkembangan ke dunia," kata Dr Mike Turner, Direktur Sains Wellcome dalam sebuah pernyataan.

"Perkiraan ukuran wabah masih sulit diprediksi pada tahap awal ini, tetapi jelas masih menyebar. Kita semua lebih khawatir saat ini dibanding tiga hari lalu," ujarnya.

Wuhan adalah kawasan penting di China dengan populasi lebih dari 11 juta orang tinggal di perkotaan.

Selain itu, perayaan Tahun Baru Imlek yang akan datang 25 Januari nanti akan menjadi perhatian yang lebih serius.

Apa Itu Virus Corona?

Ilmuwan China berhasil mengidentifikasi jenis virus yang menyebabkan wabah pneumonia di kota Wuhan sebagai virus corona (coronavirus) jenis baru.

Wabah pneumonia misterius di China yang sempat menjadi perhatian dunia.

Lantas, apa itu virus corona?

Virus corona adalah sejenis virus umum yang menyebabkan infeksi pada hidung, sinus atau tenggorokan bagian atas.

Melansir Web MD, Selasa (21/1/2010), sebagian besar dari virus corona tidak berbahaya, namun beberapa tipe sangat serius.

Salah satu tipe yang berbahaya, yakni virus corona tersebut pernah menjadi penyebab meninggalnya 475 orang di Timur Tengah.

Virus tersebut menyebabkan sindrom pernapasan (MERS) Timur Tengah pada 2012 di Arab Saudi.

Kemudian pada 2015, sejumlah orang dilaporkan meninggal akibat sindrom pernapasan akut (SARS) pada 2003.

Biasanya, virus corona menyebabkan gejala pilek biasa yang dapat diobati dengan mudah dengan obat-obatan dan istirahat yang cukup.

Virus corona pertama kali teridentifikasi pada tahun 1960-an. Akan tetapi, virus ini tidak diketahui dari mana asalnya. Umumnya, virus ini menginfeksi hewan dan manusia.

Bhanu Sud MD, seorang spesialis penyakit menular di St. Jude Medical Center di Placentia, California mengatakan corona berarti mahkota.

"Sehingga virus ini tampak seperti mahkota ketika dilihat di bawah mikroskop elektron," ujar Sud melansir Healthline, Selasa (21/1/2020).

Penyebaran virus corona sama seperti flu

Menurut dia, kebanyakan dari virus corona tidak berbahaya. Virus ini biasanya menyebabkan penyakit saluran pernapasan bagian atas ringan, seperti flu biasa.

"Sebagian besar orang akan terinfeksi virus ini setidaknya sekali dalam hidup mereka," ungkap Sud.

Kendati virus corona dipandang lebih baik, namun Sud menekankan bagi sebagian besar orang yang terinfeksi ini, strain SARS dan MERS jauh lebih serius.

Tingkat kematian orang yang terinfeksi SARS sekitar 10 persen, sedangkan mereka yang terinfeksi MERS tingkat risiko kematiannya mmencapai 30 persen.

"Hanya saja apa yang tidak diketahui saat ini adalah penggolongan virusnya," kata Sud.

Menurut Sud, virus corona pada manusia paling umum menular dari orang yang terinfeksi ke orang lain melalui berbagai cara.

Virus ini dapat menular dengan mudah melalui udara dengan batuk dan bersin.

Namun, bisa juga melalui kontak langsung seperti berjabat tangan, menyentuh benda dan lain sebagainya.

"Di Amerika Serikat, orang biasanya terinfeksi virus corona pada musim gugur dan musim dingin. Namun infeksinya dapat terjadi kapan saja sepanjang tahun," jelas Sud.

Kebanyakan orang akan terinfeksi satu atau lebih dari virus corona sepanjang hidupnya.

Sud merujuk pada wabah SARS dan MERS yang penularannya dari kontak hewan ke manusia.

SARS, kata dia, kemungkinan besar ditularkan dari kelelawar dan MERS melalui unta.

"Karena organisme penyebab infeksi adalah virus, hingga saat ini, kami tidak memiliki obat antivirus khusus," sambung Sud.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Update Virus Corona China, Dipastikan Bisa Menular Antar-Manusia" dan "Apa Itu Virus Corona yang Jenis Barunya Sedang Mewabah?"

Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved