Skandal Jiwasraya

Tanggapan Menkeu, Ketika BPK Sebut Kasus Jiwasraya Berisiko Sistemik

Kasus gagal bayar yang menimpa PT Asuransi Jiwasraya (Persero) bisa menimbulkan potensi risiko sistemik, atau memberikan efek domino.

Tanggapan Menkeu, Ketika BPK Sebut Kasus Jiwasraya Berisiko Sistemik
KOMPAS.com / KRISTIANTO PURNOMO
Menteri Keuangan Sri Mulyani. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Kasus gagal bayar yang menimpa PT Asuransi Jiwasraya (Persero) bisa menimbulkan potensi risiko sistemik, atau memberikan efek domino ke industri jasa keuangan lain.

Hal itu berdasarkan hasil pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), 

Sebab, kasus gagal bayar yang dipicu oleh penempatan investasi di instrumen-instrumen saham gorengan yang memicu kerugian negara hingga Rp 13,7 triliun.

Menanggapi hal tersebut, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati yang juga merupakan Ketua Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) menjelaskan, definisi risiko sistemik ketika sistem keuangan gagal menjalankan fungsi dan peranannya secara efektif dan efisien.

"Dan itu ciri-cirinya ditunjukkan dengan memburuknya berbabagai indikator ekonomi dan keuangan," jelas dia ketika memberi keterangan kepada awak media di Jakarta, Rabu (22/1/2020).

Definisi tersebut tercantum di dalam Undang-undang Nomor 9 Tahun 2016 Tentang Pencegahan dan Penanganan Krisis Sistem Keuangan.

Namun demikian, di dalam undang-undang tersebut, lembaga jasa keuangan yang dapat memicu krisis sistem keuangan spesifik ditujukan kepada industri perbankan, terutama bank-bank sistemik.

Adapun Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia tersebut menjelaskan, sistemik atau tidaknya sebuah lembaga keuangan diukur berdasarkan besaran aset, modal dan kewajiban yang dimiliki bank yang bersangkutan, kemudian luas jaringan, kompleksitas transaksi serta keterkaitan dengan sektor keuangan lain.

"Yang dengan hal tersebut, apabila dia gagal, dia dapat mengakibatkan keseluruhan sistem perbankan dan sektor jasa keuangan akan ikut terancam gagal," ujar Sri Mulyani.

"Itulah yang kita gunakan sebagai rambu-rambu untuk menetapkan apakah suatu persoalan di sektor keuangan atau jasa keuangan itu berdampak sistemik atau tidak," jelas dia.

Halaman
12
Editor: Rizali Posumah
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved