TVRI

Kain Hitam Selimuti Gedung TVRI, Jokowi Diminta Pangkas Kewenangan Dewan Pengawas

Sejumlah karyawan TVRI menutup beberapa bagian gedung TVRI dengan kain hitam bertuliskan #SAVETVRI.

Kain Hitam Selimuti Gedung TVRI, Jokowi Diminta Pangkas Kewenangan Dewan Pengawas
Istimewa via Kompas.com
Protes terhadap pemcatan Helmy Yahya oleh karyawan TVRI, nampak bentangan kain hitam di gedung TVRI, Senin (20/1/2020). 

”Kita nilai juga kan kalau kita lagi speak up kan minta perhatian, terus tiba-tiba diturunkan, berarti sepertinya enggak ada semangat untuk membela karyawan. Di Dewas-nya ya. Enggak berpihaklah begitu kayaknya,” kata Agil.

Ia mengatakan, penyelimutan kain hitam di beberapa titik Gedung TVRI itu hanya aspirasi permintaan tolong karyawan kepada presiden.

Sebab, semua karyawan bangga memakai seragam TVRI setelah beberapa tahun belakangan mendapat rating penyiaran yang cukup baik di masyarakat karena andil Helmy Yahya.

Pemecatan Hemly dinilai Agil tak hanya memengaruhi karyawan, tapi juga memengaruhi kualitas konten TVRI.

”Konten TVRI yang menjadi simbol kebangkitan kini terancam dan diancam oleh pihak-pihak yang tidak menginginkan TVRI bangkit,” tuturnya.

Oleh sebab itu, ia meminta petinggi pemerintahan, termasuk Presiden Joko Widodo dan anggota DPR RI untuk membantu TVRI.

"Kami memohon dengan sangat dan dalam agar pemegang kekuasaan-kekuasaan dan kewenangan-kewenangan negara membantu kami, Presiden Republik Indonesia, DPRI RI dan lembaga tinggi negara lainnya, tolong bantu kami,” ucapnya.

Ia juga meminta Presiden Joko Widodo, Menteri Komunikasi dan Informatika, serta Komisi I DPR meninjau ulang kewenangan Dewan Pengawas (Dewas) TVRI.

Menurut dia, kewenangan Dewas TVRI saat ini terlalu besar.

"Kita lebih berharap pada presiden sih dan Komisi I untuk memangkas, menggergaji kewenangan Dewas saja," kata Agil.

Halaman
123
Editor: Rizali Posumah
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved