Berita Bolsel

APBD 2020 Bolsel Dipastikan Pro-Rakyat

Iskandar Kamaru memastikan untuk kebiajakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun 2020 di Bolsel pro kepentingan rakyat

APBD 2020 Bolsel Dipastikan Pro-Rakyat
Istimewa
Bupati Bolsel Iskandar Kamaru dan Wabup 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Bupati Bolaang Mogondow Selatan (Bolsel), Haji Iskandar Kamaru memastikan untuk kebiajakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun 2020 di Bolsel pro terhadap kepentingan rakyat.

Hal ini, dikatakan oleh orang nomor satu di Bolsel saat penyampaian nota keuangan Ranperda RAPBD 2020, Selasa (21/1/2020).

Bupati mengatakan bahwa, arah kebijakan pembangunan daerah tetap selaras dengan arah kebijakan pembangunan nasional, dalam mendukung program prioritas dengan meningkatkan kualitas belanja yang lebih efektif dan terarah.

Legalisasi Ijazah di Dinas Pendidikan Mitra Ramai, Ditemukan Dua Orang Miliki Dokumen Palsu

"Peningkatan Kapasitas sumber daya manusia, untuk pembangunan yang berkualitas menjadi tema dan fokus dalam penyusunan RAPBD tahun 2020," ucap dia.

Dilanjutkannya, sejumlah isu strategis menjadi dasar dalam penyusunan RAPBD 2020 ini.

Dimana bupati menyampaikan untuk struktur APBD 2020 ditargetkan sebesar Rp 651,2 Miliar, belanja sebesar Rp 661,2 Miliar dan pembiayaan sebesar Rp 10 Miliar.

Adapun untuk PAD ditergetkan sebesar Rp 16,4 Miliar.

Ini Tanggapan BKD Sulut Mengenai Penghapusan Tenaga Honorer

Dana perimbangan sebesar Rp 522,9 Miliar dan bagi hasil pajak dan bagi hasil bukan pajak sebesar Rp 16,2 Miliar.

"APBD untuk bidang pendidikan sebesar Rp 133,1 Miliar sebagaimana amanat undang-undang dengan alokasi 20 persen dari total APBD, demikian juga untuk kesehatan dengan alokasi sebesar 17 persen atau Rp 79,7 Miliar," ujarnya.

Selain itu, dalam rangka melanjutkan program Universal Health Coverage (UHC) Pemkab Bolsel tetap melakukan integritas jaminan kesehatan daerah dengan Jaminan Kesehatan Nasional.

Pemuda Ini Curi Brankas Orangtuanya, Pakai Foya-foya Puluhan Juta, Terlacak saat Berada di Bank

Alokasi anggaran yang disiapkan sebesar Rp 5,6 Miliar untuk 15.000 peserta dengan hitungan Rp 42.000 per jiwa setiap bulan.

"Dibandingkan dengan tahun anggaran 2019, terjadi penurunan kepesertaan. Hal ini disebabkan kenaikan iuran BPJS kesehatan dari 23.000 menjadi 42.000 perjiwa setiap bulannya," ucapnya.

"Ini tentu cukup membebani keuangan daerah namun Pemda tetap mengalokasikannya," tukasnya. (Nie)

Ganti Rugi Rp 17 M, Pengadilan Tinggi Manado Menangkan Gugatan Tanah Bandara Sam Ratulangi

Penulis: Nielton Durado
Editor: David_Kusuma
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved