Viral

VIRAL di Media Sosial, Penampakan Dua Matahari di Langit, Penjelasan BMKG Itu Fenomena Optis

Ada penampakan dua matahari di Langit yang membuat media sosial heboh. Penjelasan BMKG itu fenomena optis.

VIRAL di Media Sosial, Penampakan Dua Matahari di Langit, Penjelasan BMKG Itu Fenomena Optis
Kompas.com
Sempat viral penampakan dua matahari di langit Makassar pada Minggu (19/1/2020) sore. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Penampakan dua matahari di langit sempat viral di media sosial. Kejadian itu terjadi di Langit Makassar Minggu (19/1/2020) sore.

Ada yang menyebarkan foto penampakan dua matahari itu hingga tersebar di media sosial. Pertama kali diabadikan seorang warga BTN Berua Mitra Perdana, Daya.

Prakirawan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika ( BMKG) Wilayah IV Makassar Re'kun Matandung menjelaskan, matahari yang terlihat ada dua atau sundong merupakan fenomena optis yang menampakkan titik-titik terang di langit.

Sundog tampak sebagai pancaran cahaya berwarna di kiri-kanan Matahari, berjarak 22 derajat dan pada jarak yang sama di atas cakrawala.

"Sundog dapat dilihat di mana pun dan saat musim apapun, namun tidak selamanya tampak bercahaya dan cemerlang serta akan tampak jelas dan cerah saat Matahari tampak rendah," jelas Re'kun yang dikonfirmasi, Senin (20/1/2020).

Kata Re'kun, umumnya sundog sendiri tercipta dari kristal es piringan yang berbentuk segi enam pada awan cirrus yang tinggi dan dingin.

"Kristal-kristal tersebut berfungsi sebagai prisma, membelokkan cahaya yang melewatinya dengan defleksi minimum 22 derajat. Jika kristal-kristal tersebut terorientasi secara acak, maka lingkaran di sekeliling Matahari akan terlihat, yakni halo," sebut Re'kun.

"Apabila kristal-kristal terbenam di udara dan tertata secara vertikal, maka cahaya Matahari terbiaskan secara mendatar. Dalam kasus ini, sundog dapat terlihat," sambung Re'kun.

Seiring Matahari yang semakin meninggi, cahaya yang melewati kristal-kristal tersebut semakin dicondongkan dari bidang datar. Sudut deviasi cahaya bertambah dan sundog semakin menjauhi Matahari.

"Sehingga selalu tampak di ketinggian yang sama dengan Matahari," tambahnya. (Kompas.com/ Hendro Cipto)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com

Subscribe YouTube Channel Tribun Manado:

Editor: Handhika Dawangi
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved