Trump-Khamenei Saling Ancam, Ceritakan Detail Pembunuhan Jenderal Qassem

Ketegangan Iran dan Amerika Serikat kembali muncul ketika terjadi perang pernyataan antara Ayatollah Ali Khamenei dengan Donald Trump.

(AFP PHOTO/IRANIAN SUPREME LEADER)
Pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei. 

Penyergapan dan pembunuhan Qassem Soleimani, Komandan Pasukan Quds, rupanya menjadi bahan pidato Donald Trump,

dalam acara penggalangan dana Partai Republik, di Florida Selatan, Jumat (17/1) malam waktu setempat.

Dalam acara jamuan makan malam untuk orang-orang kaya pendonor Partai Republik, Trump menceritakan secara detail detik-detik ketika Qassem mendapat serangan rudal.

"Ia mengatakan hal hal buruk tentang negara kita. Berapa banyak omong kosong seperti itu yang harus kita dengarkan," kata Trump di ballroom properti pribadinya, Mar-a-Lago yang mewah.

Trump dapat menyaksikan secara langsung detik-detik pembunuhan terhadap Qassem melalui kamera yang dipasang di drone.

Dalam kesempatan itu, Trump menggambarkan Soleimani sebagai teroris terkenal yang berada dalam daftar buron AS.

Trump juga menggambarkan secara terperinci tangkapan kamera drone saat Soleimani tiba di Bandara

Internasional Baghdad, di mana ia bertemu pemimpin paramiliter Irak Abu Mahdi al Muhandis.

Trump mengklaim serangan yang dia setujui itu ibarat beli satu dapat dua, maksudnya dalam sekali serangan menewaskan Qassem dan al-Muhandis sekaligus.

Ia mengutip dialog operator drone dengan para pejabat militer AS yang menyaksikan operasi pembunuhan dari jarak jauh.

"Mereka (Qaseem dan al-Muhandis) tengah bersama sama. Pak, mereka punya dua menit dan 11 detik untuk hidup.

Mereka di dalam mobil, mereka di dalam kendaraan lapis baja.

Mereka memiliki sekitar satu menit untuk hidup, Pak. 30 detik. 10, 9, 8 ... Lalu tiba tiba, boom! Mereka pergi," kata Trump.

Dalam sambutannya, Trump juga mengulangi penyerbuan terhadap pemimpin ISIS Abu Bakar al Baghdadi.

"Dia (al-Baghdadi) berteriak, seperti orang gila," kata Trump.

Pejabat AS lainnya telah menolak untuk memberikan rincian lebih lanjut tentang pembunuhan al Baghdadi.

Dalam penyerbuan terhadap Baghdadi, pasukan khusus AS melibatkan seekor anjing pelacak jenis Belgia Malinois.

"Ia (anjing itu) mendapat penghargaan lebih banyak dari yang saya terima. Anjing Conan menjadi sangat terkenal," kata Trump berseloroh.

(cnn/feb)
===========

Penulis: reporter_tm_cetak
Editor: Sigit Sugiharto
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved