Putra Kiai Cabuli Seorang Santri, Polda Jatim Lakukan Pemeriksaan

Kasus dugaan pencabulan santri perempuan oleh putra kia kini sudah ditangani oleh Polda Jatim

Putra Kiai Cabuli Seorang Santri, Polda Jatim Lakukan Pemeriksaan
kompas.com
Ilustrasi Percabulan 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Kasus dugaan pencabulan santri perempuan oleh putra kia kini sudah ditangani oleh Polda Jatim.

Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Trunoyudo Wisnu Andiko mengatakan, penarikan kasus tersebut sesuai dengan tata laksana kerja Polri, yakni dalam rangka memberikan lapis kemampuan.

"Lapis kemampuan ini diberikan dalam rangka memberikan back up teknis penanganan proses hukum," kata Wisnu, Jumat (17/1/2020).

Draf RUU Ibukota Baru akan Disampaikan ke DPR Pekan Depan, Presiden Jokowi Bocorkan Pengelolahnya

Dia menuturkan, banyak alasan mengapa Polda Jatim dalam hal ini Direktorat Kriminal Umum Polda Jatim memberikan dukungan kemampuan, antara lain karena dampak sosial, kewilayahan, dan aspek teknis lainnya.

"Dalam kasus ini kebetulan korbannya di bawah umur, jadi penanganannya juga harus hati-hati. Namun, bukan perarti Polres Jombang tidak mampu, tapi di Polda Jatim lebih lengkap," terang dia.

Kasus dugaan pencabulan oleh seorang putra kiai berinisial MSA atau SAT, berawal dari laporan korban pencabulan yang diterima polisi pada 29 Oktober 2019.

Berdasarkan laporan tersebut, polisi kemudian menggelar serangkaian penyelidikan dan mengumpulkan bukti-bukti pendukung, pemeriksaan saksi-saksi hingga menetapkan MSA sebagai tersangka.

Kasus tersebut menuai aksi massa pro dan kontra. Selasa (7/1/2020) pekan lalu, massa dari Aliansi Kota Santri Melawan Kekerasan Seksual menggelar aksi demonstrasi di Mapolres Jombang.

Massa yang didominasi kalangan aktivis perempuan tersebut menyampaikan tuntutan agar polisi segera menahan MSA dan menuntaskan kasus dugaan pencabulan tersebut.

Selasa (14/1/2020), ratusan orang yang mengatasnamakan diri keluarga besar pesantren di wilayah Kecamatan Ploso, Kabupaten Jombang, tersebut, menggelar aksi serupa dengan tuntutan berbeda.

Halaman
1234
Editor: Rhendi Umar
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved