Pendidikan

381 Siswa Ikut 53 Guru Keluar dan Pindah Sekolah, Dari SMK Farmasi YBKP3 ke SMK Cipta Karsa

Ada 381 siswa memilih keluar dari sekolahnya mengikuti jejak 53 guru. Alasannya karena mendapat perlakuan tak baik.

381 Siswa Ikut 53 Guru Keluar dan Pindah Sekolah, Dari SMK Farmasi YBKP3 ke SMK Cipta Karsa
Tribunjabar/Firman Wijaksana
Sejumlah orang tua siswa eks SMK Farmasi YBKP3 Garut melakukan audiensi dengan Kantor Cabang Dinas Pendidikan (KCD) XI Provinsi Jawa Barat, Kamis (16/1/2020). Orang tua siswa meminta bantuan setelah semua siswa SMK YBKP3 memilih pindah ke SMK Cipta Karsa. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Mengikuti jejak guru mereka, ratusan siswa memilih keluar dan pindah sekolah setelah puluhan guru memilih mengundurkan diri

Kini sebanyak 53 guru sudah membuat sekolah yang baru. Sebanyak 381 siswa pun ikut pindah ke sekolah tersebut.

Guru dan siswa itu pindah dari SMK Farmasi Yayasan Bhakti Karya Penunjang Pembangunan Pendidikan (YBKP3), Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut ke SMK Cipta Karsa di kawasan Wisma Lec, Jalan Guntur Melatai atau depan Terminal Guntur.

Salsa Asri Hikmah (16), siswi kelas XII SMK Cipta Karsa mengaku sudah sembilan hari bersama 380 siswa lainnya belajar di SMK Cipta Karsa.

"Di sekolah dulu (SMK YBKP3) sudah enggak nyaman. Pernah ada perlakuan kurang enak (dari yayasan)," ucap Salsa saat ditemui di SMK Cipta Karsa, Kamis (16/1/2020).

Salsa tak merinci perlakuan tak enak yang ia maksud. Gadis ini mengaku enggan mengungkapnya karena menilai semua permasalahan itu sudah selesai. Ia hanya ingin fokus untuk mempersiapkan ujian nasional (UN).

"(Meski pindah) tidak mengganggu UN dan tetap fokus belajar. Kami pindah juga keinginan sendiri. Tidak ada paksaan dari guru untuk ikut pindah," ujar siswi jurusan keperawatan itu.

Jika tetap bertahan di sekolah lama, kata Salsa, para siswa harus menghadapi lingkungan baru karena guru-guru yang mengajar pun semuanya orang baru. Salsa mengatakan, kenyamanan adalah hal utama untuk belajar.

"Guru-guru tetap profesional. Mereka sekarang mengajar seperti biasa. Kami juga tidak ingin ikut terlibat dalam konflik ini. Ingin fokus belajar," katanya.

Konflik Yayasan

Halaman
123
Editor: Handhika Dawangi
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved