News

Rangkuman Fakta Mengenai Keraton Agung Sejagat, Pengikutnya Harus Bayar Iuran Puluhan Juta

Ketua Harian Majelis Adat Kerajaan Nusantara ( MAKN), KPH Eddy Wirabhumi menyatakan kerajaan tersebut hanyalah mengada-ngada.

(KOMPAS.com/istimewa)
Kerajaan Agung Sejagat 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Publik dihebohkan dengan munculnya satu Keraton Agung Sejagat di Purworejo, Jawa Tengah.

Kerajaan ini diklaim berdiri setelah 500 tahun berakhirnya kerajaan Majapahit.

Namun sudah ada penjelasan bahwa kerajaan tersebut tidak sesuai. 

Mengutip dari Kompas.com, Ketua Harian Majelis Adat Kerajaan Nusantara ( MAKN), KPH Eddy Wirabhumi menyatakan kerajaan tersebut hanyalah mengada-ngada.

Kerajaan di Purworejo yang dipimpin raja bernama Sinuhun bernama asli Totok Santosa Hadiningrat tidak punya genetis raja terdahulu.

"Tidak usah terlalu diperbincangkan. Karena nanti malah membuang energi. Apalagi yang disampaikan berbau hal-hal yang mistis dan tidak masuk akal itu abaikan saja," kata Eddy.

Kemunculan kerajaan baru ini sempat menghebohkan, namun ternyata Totok Santosa melakukan penipuan pada beberapa pihak.

Berikut fakta-fakta menarik tentang Keraton Agung Sejagat di Purworejo, dirangkum dari Kompas.com :

1. Raja Keraton Sejagat mewajibkan pengikutnya membayar iuran hingga puluhan juta.

Toto Santoso yang mengaku sebagai Raja Keraton Sejagat ternyata mewajibkan pengikutnya untuk membayar iuran. Toto dan istrinya Fanni Aminadia yang memiliki gelar Kanjeng Ratu Dyah Gitarja dikenakan pasal 14 UU RI No 1 Tahun 1946.

Halaman
1234
Editor: Handhika Dawangi
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved