Harga Kopra Naik, ODSK Tetap Genjot Produksi Minyak Kelapa Daerah

Saat ini ada 45 unit pengolahan minyak kelapa, bantuan yang dikucurkan Pemerintahan ODSK untuk para petani kelapa, tersebar di Sulut.

Harga Kopra Naik, ODSK Tetap Genjot Produksi Minyak Kelapa Daerah
ryo noor/tribun manado
Harga Kopra Naik, ODSK Tetap Genjot Produksi Minyak Kelapa Daerah 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Harga Kopra membaik di awal tahun 2020. Sempat terpuruk, harga kopra naik hingga Rp 8.000 per kilogram.

Harga kopra lagi membaik, namun Gubernur Sulut, Olly Dondokambey dan Steven Kandouw (ODSK) tetap mendorong produk turunan kelapa lain tetap dikembangkan,  mengantisipasi jika kembali terjadi gejolak harga.

Refly Ngantung, Kepala Dinas Perkebunan Daerah Sulut mengatakan, ODSK sudah berkomitmen Sulut tetap berjuluk Bumi Nyiur Melambai,  sehingga pohon kelapa harus mensejahterakalan rakyat.

Satu pengembangan produksi yang terus digenjot yakni pengolahan minyak kelapa produksi dalam daerah. 

Saat ini ada 45 unit pengolahan minyak kelapa, bantuan yang dikucurkan Pemerintahan ODSK untuk para petani kelapa, tersebar di Sulut. 

Setiap unit bisa menghasilkan rata-rata 50 liter kelapa per hari. 

"Kalau ada 45 unit berarti perhari bisa produksi 2.250 liter per hari, " kata dia kepada tribunmanado.co.id, Rabu (15/1/2020).

Lalu bagaimana respon pasar terhadap produk minyak kelapa ini?  Refly mengatakan,  responnya bagus

"Habis dibeli konsumen, penjualannya sampai ke supermarket," katanya. 

Memang ia mengakui,  harga minyak kelapa lebih mahal dibanding minyak sawit.  Rp 30 ribu sampai 40 ribu per liter, tapi rupanya produk minyak kelapa punya segmen pasarnya sendiri, mempertimbangkan kualitas, ketimbang harga murah minyak sawit

Halaman
12
Penulis: Ryo_Noor
Editor: Maickel_Karundeng
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved