Konflik Timur Tengah

Iran Adalah Sekutu Rusia, Ataukah Cuma Mitra Perang Melawan ISIS? Utusan Menlu: Iran Tidak Sendirian

Situasi di wilayah Teluk Persia memanas, setelah serangan Amerika Serikat yang menewaskan Jenderal Iran, Qasem Solemaini, pada 3 Januari 2020.

Twitter ABC
Konflik Iran dan Amerika turut menyeret nama Rusia. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Situasi di wilayah Teluk Persia memanas, setelah serangan Amerika Serikat yang menewaskan Jenderal Iran, Qasem Solemaini, pada 3 Januari 2020. 

Serangan tersebut membuat Pemerintah Iran marah dan menegaskan akan melakukan serangan balasan. 

Tanggal 8 Januari 2020 dini hari, Iran meluncurkan rudal balistik yang mengakibatkan Pangkalan Udara Ain al-Assad dan Markas Irbil di Irak rusak parah. 

Tidak ada korban jiwa dalam serangan ini, semua militer Amerika Serikat telah mengetahui serangan rudal Iran sebelum waktu penyerangan tiba.

Situasi ini pun memancing perdebatan, banyak kalangan yang menganggap bahwa Iran tak sendiri bila perang benar-benar akan terjadi. 

Nama Rusia ikut diseret dalam konflik Amerika-Iran. Namun, benarkah Iran adalah salah satu sekutu Rusia di Timur Tengah, ataukah cuma mitra dalam perang melawan ISIS di Irak dan Suriah?

Berikut ulasannya:

Pertama: Tentang Jenderal Soleimani

AS menganggap Jenderal Soleimani adalah teroris, namun bagi para pasukan Syiah pro-Iran ia adalah pahlawan di Timur Tengah. 

Dikutip dari halaman Russia Beyond (RBTH.COM), Soleimanai bekerja erat dengan Rusia dalam perang Suriah. 

Halaman
1234
Penulis: Rizali Posumah
Editor: Rizali Posumah
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved