Penurunan Harga Gas Industri

Realisasi Penurunan Harga Gas Industri Maret 2020 Mendapat Respon Positif Dari TPT

Penurunan gas industri yang rencananya akan direalisasikan pada Maret 2020 mendapatkan respon positif dari TPT. Rencana ini sudah ada sejak 2015.

Realisasi Penurunan Harga Gas Industri Maret 2020 Mendapat Respon Positif Dari TPT
Kontan.co.id
Ilustrasi Industri Tekstil 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Penurunan harga gas industri yang rencananya akan mulai direalisasikan Maret 2020 mendapat respon positif dari industri tekstil dan produk tekstil (TPT).

Realisasi penurunan harga gas ini sebenarnya sudah direncanakan sejak 2015, namun belum terlihat kejelasannya hingga kini.

Executive Member Asosiasi Produsen Serat dan Benang Filamen Indonesia (APSYFI) Prama Yudha Amdan mengatakan, rencana penurunan harga gas ini menjadi gestur positif negara terhadap industri.

"Ini bakal jadi vitamin bagi industri TPT, karena di sektor hulu biaya energi ialah yang terbesar porsinya bagi beban produksi setelah bahan baku," ujarnya kepada Kontan.co.id, Senin (13/1/2020).

Tapi energi gas hanya satu dari beberapa persoalan industri TPT.

Prama mengatakan, industri ini memiliki beban produksi yang cukup tinggi, selain mengandalkan gas beberapa pabrikan juga menggunakan energi listrik dari Perusahaan Listrik Negara (PLN) untuk menjalankan mesin produksi.

Lebih lanjut Prama menyebut penurunan harga gas ini menyelesaikan separuh permasalahan energi industri yang masih mahal.

Terkait listrik, ia mengatakan, para pelaku industri TPT tengah menunggu kebijakan paket ekonomi dari PLN yang berencana memberikan insentif kepada dunia usaha.

Prama yang juga Head of Corporate Communications and Public Relations PT Asia Pacific Fibers Tbk (POLY), produsen TPT, membenarkan bahwa tahun ini adalah waktu yang tepat untuk perusahaan lebih ekspansif.

Di momentum kali ini impor barang TPT tengah direstriksi.

Namun dampak penurunan harga gas mesti diukur usai penerapan harga gas baru.

Paling tidak, di kuartal II 2020, baru dapat disimpulkan apakah POLY mengincar target baru di tahun ini.

Saat ini, POLY fokus menggarap produk bernilai tambah (added value) dan memodernisasi permesinan, disamping melakukan pelebaran pasar.

Kata Prama, biaya energi memakan 20%-25% dari total ongkos POLY setiap tahunnya, sehingga perlu menyiasati efisiensinya.(*)

SUMBER: https://industri.kontan.co.id/news/meski-harga-gas-akan-turun-industri-tpt-tetap-optimalkan-efisiensi

Editor: Isvara Savitri
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved