Sulawesi Utara

LMI Datangi Kejati Sulut Pertanyakan Kasus Pemecah Ombak Likupang

Laskar Manguni Indonesia (LMI) dikomandoi Tonaas Wangko Hanny Pantouw menyambangi Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulawesi Utara (Sulut), Senin (13/01/2020)

LMI Datangi Kejati Sulut Pertanyakan Kasus Pemecah Ombak Likupang
TRIBUN MANADO/SITI NURJANAH
Hanny Pantouw 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Laskar Manguni Indonesia (LMI) dikomandoi Tonaas Wangko Hanny Pantouw menyambangi Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulawesi Utara (Sulut), Senin (13/01/2020).

Kedatangan Hanny Pantouw dan rombongan LMI diterima oleh Wakajati Sulut A Dita Prawitaningsi didampingi Kasipenkum Kejati Sulut Yoni Malaka.

LMI secara langsung mempertanyakan tentang kasus korupsi yang belum menemui titik akhir, salah satunya Pemecah Ombak Minut.

Diketahui, untuk kasus pemecah ombak, telah diajukan pra peradilan, dengan demikian, putusan yang mengikat tersebut merupakan ranah kejaksaan untuk mengeksekusi.

Hal tersebut disampaikan Hanny Pantouw usai pertemuan dengan Wakajati, dimana beberapa bulan sejak putusan pra peradilan, tepatnya sejak April 2019 lalu, belum ada tindak lanjut terkait kasus tersebut.

"Beberapa bulan ini diam. Daripada muncul hoax, maka kami datang mempertanyakan kenapa diam, seperti tidak jalan.

Ada apa dengan Kejaksaan?," ucapnya.

Terkait pertemuannya dengan Wakajati, Tonaas Wangko mengungkapkan, pihaknya diterima dengan baik dan aspirasi yang disampaikan diterima oleh Wakajati.

"Tadi ada komitmen kalau Kajati datang, saya akan ketemu beliau dan wartawan boleh ikut," ucapnya.

Meski demikian, dengan tegas Hanny Pantouw pun mengatakan, jika kasus ini masih berlarut-larut, LMI akan gelar aksi di Kantor Kejati Sulut karena meski diterima dengan baik saat menyampaikan aspirasi, tapi tidak akan ada maknanya apabila hasilnya tidak kelihatan.

Halaman
12
Penulis: Siti Nurjanah
Editor: Alexander Pattyranie
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved