Berita Viral

Gadis Remaja ini Mengaku Nyaris Meninggal Gara-gara Rokok Elektrik, Reaksi Ahli Paru-paru Berbeda

Setelah menggunakan dua antibiotik selama 48 jam, demamnya masih tinggi, sehingga ia pergi ke UGD pada pagi hari Natal.

Gadis Remaja ini Mengaku Nyaris Meninggal Gara-gara Rokok Elektrik, Reaksi Ahli Paru-paru Berbeda
Kolase TribunnewsWiki/ Instagram @clairechunggg
Claire Chung, korban rokok elektrik yang berujung sakit paru-paru 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Rokok elektrik diklaim sebagai rokok yang lebih sehat dan ramah lingkungan daripada rokok biasa dan tidak menimbulkan bau dan asap.

Rokok elektronik lebih hemat daripada rokok biasa karena bisa diisi ulang. Apalagi pemerintah Indonesia baru saja menaikan hargo rokok biasa.

Rokok ini memanaskan cairan menggunakan baterai dan uapnya masuk ke paru-paru pemakai.

Beragam bentuk rokok elektrik telah beredar di pasaran, salah satunya adalah JUUL yang resmi diluncurkan dua tahun lalu.

Bentuknya yang mungil seperti USB, membuatnya naik daun dan digandrungi anak muda di Amerika Serikat.

Seorang remaja di Amerika Serikat, bernama Claire berusia 19 tahun membagikan pengalamannya nyaris kehilangan nyawa karena sering mengonsumsi rokok elektrik.

Ia membagikan pengalamannya itu pada akun Intagramnya @clairechunggg, yang ia unggah 30 Desember 2019 lalu.

Dalam unggahannya, ada foto Claire yang terbaring di rumah sakit dengan berbagai alat di sekitarnya.

Dalam keterangannya Claire meminta semua agar membagikan kisahnya ini pada siapa saja yang menggunakan rokok elektrik, vape, Juul dan sejenisnya.

Claire menceritakan selama tiga minggu terakhir ia mengalami demam tinggi terus menerus tanpa ada gejala lain.

Halaman
1234
Penulis: Finneke Wolajan
Editor: Aldi Ponge
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved