Travel

Ikut Menanggapi Konflik Amerika dan Iran, Garuda Indonesia Jamin Rute ke Eropa Tak Lewati Iran

Demi cari aman, Garuda Indonesia ikuti larangan FAA untuk terbang melalui wilayah udara Iran dan sekitarnya. Berikut pernyataannya.

Ikut Menanggapi Konflik Amerika dan Iran, Garuda Indonesia Jamin Rute ke Eropa Tak Lewati Iran
Wikipedia
MASKAPAI Garuda Indonesia 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Demi mencegah kecelakaan serupa pesawat Ukraina terjadi, Maskapai Penerbangan Garuda Indonesia pastikan jalur penerbangan ke Eropa tidak akan melewati kawasan udara Iran dan sekitarnya.

hal ini juga menanggapi larangan penerbangan yang dikeluarkan Otoritas Penerbangan Federal Amerika Serikat (FAA) pasca konflik yang terjadi antara Amerika dan Iran.

Sebenarnya larangan ini hanya berlaku untuk maskapai penerbangan yang terdaftar di Amerika, namun biasanya diikuti juga oleh maskapai penerbangan di seluruh dunia.

Melalui rilis yang diterima Kompas.com, Sabtu (11/1/2020), Pejabat Direktur Operasi Garuda Indonesia Tumpal M. Hutapea mengatakan Garuda menyesuaikan jalur penerbangan dari dan menuju Eropa.

Sebelumnya, rute ini melewati wilayah udara Bucharest (Rumania).

Namun kemudian, saat ini dialihkan ke wilayah Mesir dan Yunani.

"Dengan demikian seluruh layanan operasional Garuda Indonesia pada rute tersebut tetap berlangsung normal seperti biasa," kata Tumpal dalam keterangan tertulis tersebut.

Ia juga mengatakan akan terus memantau secara intensif perkembangan lebih lanjut kondisi tersebut.

Selain itu, ia juga akan berkoordinasi dengan seluruh pihak berkepentingan terkait memastikan aspek safety dan security.

"Aspek safety dan security layanan operasional Garuda Indonesia tetap terjaga," ujarnya.

Sebelumnya, pesawat Ukraine International Airlines jatuh pada pukul 06.12 waktu setempat di sekitar Bandara Imam Khomeini, Teheran, pada Rabu (8/1/2020).

Iran memberikan penjelasan lengkap setelah mengakui mereka menembak jatuh pesawat Ukraina tersebut.

Sebanyak 176 orang tewas dalam insiden pesawat Ukraina jatuh, dengan dugaan burung besi itu ditembak rudal buatan Rusia.

Sempat membantah, Iran akhirnya mengakui mereka menjatuhkan maskapai Ukraine International Airlines di mana mereka menyatakan tidak sengaja.

Militer menuturkan, pesawat jenis Boeing 737 itu dikira sebagai musuh karena memasuki zona militer sensitif.(*)

Editor: Isvara Savitri
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved