Penjelasan BMKG soal Isu Megathrust di Selat Makassar yang Bisa Picu Gempa Mahadahsyat

Kepala Bidang Mitigasi Gempabumi dan Tsunami BMKG, Daryono memberi penjelasan soal Isu Megathrust di Selat Makassar yang Bisa Picu Gempa Mahadahsyat

Penjelasan BMKG soal Isu Megathrust di Selat Makassar yang Bisa Picu Gempa Mahadahsyat
Grafis/Rahmandito Dwiatno
BMKG mencatat gempa 6.0 M mengguncang wilayah Nusa Dua, Bali, pada Selasa (16/7/2019). Gempa terjadi di kedalaman 68 km dan tak berpotensi tsunami. 

4. Tsunami Tolitoli pada 1 Januari 1996: 9 orang meninggal.

BMKG Imbau Masyarakat Agar Tak Khawatir

Kendati demikian, Daryono menuturkan, adanya potensi gempa dan tsunami di Sulawesi tidak perlu membuat masyarakat berkecil hati dan khawatir berlebihan.

"Semua informasi terkait potensi gempa dan tsunami harus direspon dengan langkah nyata, dengan upaya memperkuat mitigasi guna meminimalkan dampak," jelas Daryono.

Daryono menyampaikan, meskipun tinggal di daerah rawan gempa, masyarakat akan tetap dapat hidup dengan aman dan nyaman.

"Karena yang paling penting dan harus dibangun adalah mitigasinya, kesiapsiagaannya, kapasitas stakeholder, dan masyarakat," terangnya.

"Selain itu, menyiapkan infrastrukturnya yang tahan gempa," sambung Daryono.

Daryono pun memaparkan sejumlah negara yang rawan gempa seperti Amerika Serikat, Jepang, Cina, dan Selandia Baru. 

Menurut Daryono, negara-negara tersebut merupakan negara rawan gempa yang memiliki sumber gempa yang aktif dan kompleks.

Tetapi, ia menyampaikan, negara-negara itu berusaha memitigasinya hingga mereka menjadi negara maju dan terus berkembang. (Tribunnews.com/Widyadewi Metta)

SUMBER, https://www.tribunnews.com/regional/2020/01/11/muncul-isu-ada-zona-megathrust-di-selat-makassar-yang-picu-gempa-dahsyat-bmkg-beri-penjelasan?page=all

Editor: Aldi Ponge
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved