Penjelasan BMKG soal Isu Megathrust di Selat Makassar yang Bisa Picu Gempa Mahadahsyat

Kepala Bidang Mitigasi Gempabumi dan Tsunami BMKG, Daryono memberi penjelasan soal Isu Megathrust di Selat Makassar yang Bisa Picu Gempa Mahadahsyat

Penjelasan BMKG soal Isu Megathrust di Selat Makassar yang Bisa Picu Gempa Mahadahsyat
Grafis/Rahmandito Dwiatno
BMKG mencatat gempa 6.0 M mengguncang wilayah Nusa Dua, Bali, pada Selasa (16/7/2019). Gempa terjadi di kedalaman 68 km dan tak berpotensi tsunami. 

"Megathrust Sulawesi Utara merupakan sumber gempa yang berpotensi memicu gempa kuat," kata Daryono.

Catatan sejarah gempa dan tsunami menunjukkan, sejak tahun 1800, sudah terjadi lebih dari 69 kali gempa merusak dan tsunami Pulau Sulawesi dan sekitarnya.

Menurut Daryono, peristiwa gempa yang merusak terjadi lebih dari 45 kali.

Sementara tsunami  terjadi lebih dari 24 kali.

"Sebagaian besar gempa dan tsunami di Sulawesi dipicu oleh aktivitas sesar aktif, bukan aktivitas zona megathrust," tegasnya.

Daryono menambahkan, dari sebanyak 24 kali tsunami di Sulawesi, yang dipicu oleh Megathrust Sulawesi Utara hanya 4 kali saja.

Tsunami yang dipicu Megathrust Sulawesi Utara di antaranya:

1. Tsunami Utara Gorontalo pada 25 Agustus 1871: tidak ada korban jiwa.

2. Tsunami Tolitoli pada 2 Februari 1904: tidak ada korban jiwa

3. Tsunami Kwandang-Manado pada 29 Januari 1920: tidak ada korban jiwa

Halaman
1234
Editor: Aldi Ponge
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved