Intelijen

Kisah Kapten Al-Sudani, Intelijen Irak yang Menyusup di Tubuh ISIS, Gagagalkan 38 Serangan Bom

Jalanan Kota Baghdad pada hari itu begitu licin usai diguyur hujan. Seorang pengemudi mobil pikap putih berkeringat saat memacu kendaraannya melaju.

BBC
Ilustrasi. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Jalanan Kota Baghdad pada hari itu begitu licin usai diguyur hujan. 

Seorang pengemudi mobil pikap putih berkeringat saat memacu kendaraannya melaju di jalanan itu.

Mobil tersebut melaju menuju ke sebuah permukiman yang memiliki sebuah pasar yang ramai. Setiap kali mobil itu diguncang jalanan yang tak rata, denyut nadi pria itu meningkat.

Tersembunyi di sasis mobil itu, 500 kilogram bahan peledak standar militer yang digunakan ISIS untuk menyerang sebuah pasar yang dipenuhi warga di ibu kota Irak itu.

Pengemudi itu khawatir karena jalanan Irak yang amat kacau itu bisa membuat bom itu meledak setiap saat.

Selain itu, banyaknya pos pemeriksaan militer di kota tersebut berpotensi memicu baku tembak yang bisa meledakkan mobilnya.  Namun, ada hal lain yang amat ditakuti pria tersebut yang ternyata adalah Kapten Harith Al Sudani, seorang mata-mata intelijen Irak.

Selama 16 bulan, dia menyusup dan menyamar menjadi salah satu anggota ISIS. Dari sana dia mengirimkan informasi penting untuk dinas intelijen Irak.

Catatan kerjanya amat luar biasa. Kapten Al Sudani sukses menggagalkan 30 rencana bom mobil dan 18 serangan bom bunuh diri. Demikian keterangan Abu Ali Al Basri, direktur dinas intelijen Irak. Al Sudani juga menyediakan informasi langsung tentang para komandan senior ISIS di kota Mosul, Irak.

Pria 36 tahun mantan teknisi komputer itu, dianggap sebagai mata-mata terbaik Irak. Dia adalah satu dari sedikit mata-mata yang sukses menyusup hingga ke dalam organisasi ISIS.

Namun, pada hari terakhir 2016, saat dia meluncur di jalan empat lajur menuju ke sasaran yang sudah ditentukan, pasar Al Jdeidah, Baghdad. Al Sudani merasa curiga bahwa penyamarannya selama ini telah terungkap.

Halaman
1234
Editor: Rizali Posumah
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved