Harga Rokok Naik

Harga Rokok Naik, Perokok Beralih Gunakan Vape, Penjual: Lebih Aman dari Rokok Biasa

Ia mengatakan, usaha vape juga bisa menjadi ladang pencaharian baru untuk warga, dengan menjadi reseller misalnya.

Harga Rokok Naik, Perokok Beralih Gunakan Vape, Penjual: Lebih Aman dari Rokok Biasa
TRIBUNMANADO.CO.ID/ALPEN MARTINUS
Harga rokok naik, penjual Vape raih banyak keuntungan. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Naiknya harga rokok cukup tinggi per 1 Januari 2020, membuat sejumlah perokok beralih memilih menggunakan rokok elektrik atau vape.

Di Kotamobagu pun sama, toko tempat penjualan rokok elektrik semakin banyak dikujungi warga, untuk membeli rokok elektrik tersebut.

Peminat vape pun meningkat drastis hingga seratus persen. Begitu kata Fandy Liong pemilik Fahrenheit Vape Shop, di Kelurahan Mogolaing, Kotamobagu Barat. 

Sejak akhir 2019 dan awal 2020, warga yang datang membeli vape di tokonya meningkat. Kebanyakan yang warga cari adalah vape untuk pemula yaitu pod. 

Karena menurutnya, pod merupakan jembatan peralihan dari rokok ke vape. Sebab cara penggunaanya, mirip dengan rokok.

Bedanya rokok menghasilkan asap, kalau vape menghasilkan uap. 

"Kalau sekarang, bisa ratusan habis terjual setiap hari, tergantung jenis vape," ujarnya.

Harga rokok naik, penjual Vape raih banyak keuntungan.
Harga rokok naik, penjual Vape raih banyak keuntungan. (alpen martinus/tribun manado)

Harganya ada yang mulai ratusan ribu hingga jutaan rupiah. Tergantung dari modelnya, juga merek. Sebab, setiap vape punya model, ukuran, dan bahan yang berbeda.  

Para pembeli vape yang harganya mahal biasanya menurut dia, lebih ke lifestyle. Sebenarnya, untuk fungsi sama. 

Omzetnya setiap hari bisa mencapai Rp 5-6 juta. Sebab banyak yang membeli, untuk dijual kembali. Juga ada yang hanya beli untuk dipakai sendiri. 

Halaman
12
Penulis: Alpen_Martinus
Editor: Frandi Piring
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved