News
Pria 63 Tahun Jadi Korban Begal, Meski Terluka, Begini Caranya Agar Bisa Selamat
Dua begal menghampiri Wakid langsung menghantam dengan celurit. Dia pun menepi dan meninggalkan sepeda motornya.
TRIBUNMANADO.CO.ID - Wakid masih teringat saat-saat hal buruk menimpanya di jalan. Dirinya ditarik oleh begal dan langsung menebas menggunakan celurit secara membabi buta ke arah tangan kanannya.
Saat itu Wakid (63) warga Dusun I, Desa Ujung Serdang, Kecamatan Tanjungmorawa, Kabupaten Deliserdang.
Wakid mengalami luka di bagian tangan dan dia terbujur lemas di atas tempat tidur Rumah Sakit Mitra Sejati, Jalan AH Nasution Rabu (8/1/2020).
Dia menjadi korban begal saat dirinya melewati Jalan Tritura, Titi Kuning.
Pria yang bekerja sebagai karyawan perusahaan swasta ini mendapat perawatan medis karena ditebas kawanan begal di kawasan Titikuning, Medan pada Selasa (7/1/2020) sekitar pukul 06.30 WIB.
Peristiwa itu terekam oleh kamera CCTV dan beredar dimedia sosial.
Wakid menjelaskan kejadian yang dialaminya hingga mendapat perawatan medis.
"Kejadian itu pada, Selasa (7/1/2020). Saat itu, saya mau kerja ke Titikuning.
Awalnya tidak terjadi apapun.
Namun, tiba-tiba dua orang yang mengendarai sepeda motor jenis sport datang dari belakang dan langsung menghantam saya dengan celurit," ujarnya, Rabu (8/1/2020).
Kejadian tersebut, lanjut Wakid, begitu cepat.
Di mana dirinya ditarik dan pelaku langsung menebas secara membabi buta ke arah tangan kanannya.
"Saya sudah tidak bisa berpikir apapun.
Saya menepi meninggalkan sepeda motor saya.
Sementara pelaku berusaha mendirikan sepeda motor Honda GL Pro yang saya modif menjadi trail," katanya.
"Yang selamatkan saya, ibu-ibu dua orang.
Saya minta tolong panggilan becak.
Pertama mau dibawa ke RS Sembiring, namun karena jauh, saya minta dibawa ke sini saja," ungkapnya.
Ditemani istrinya, Wakid yang masih terbaring lemah mengatakan bahwa dirinya tidak banyak menuntut.
"Saya berharap polisi bisa mengamankan pelaku, agar tidak ada korban lainnya.
Kedua pelaku sangat kejam.
Saya tidak berharap banyak, sepeda motor saya, ya sudah diikhlaskan.
Saya cuma ingin ketemu sama pelakunya, bersalaman, semoga ia segera bertaubat," tutur Wakid.
Tangan Wakid, saat ditemui masih dalam keadaan diimpus, tubuhnya hanya ditutup dengan baju batik oranye dan menggunakan selimut hijau.
Saat ditanya apakah Wakid mengenali ciri-ciri pelaku.
Pria berusia 63 tahun ini menjelaskan bahwa dirinya tidak begitu mengingat dengan jelas.
"Kalau yang bacok tangan saya, orangnya tinggi dan tidak terlalu besar.
Saya dibacok membabi buta.
Sampai patah tangan saya.
Sementara, satu pelaku lainnya bertubuh kecil," pungkasnya.
Pembegalan yang dialami Wakid terekam CCTV dan beredar di sejumlah media sosial.
Kejadian berawal saat korban mengendarai sepeda motor jenis trail diikuti dua pria berboncengan dengan sepeda motor. (*)
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com
Subscribe YouTube Channel Tribun Manado:
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/ilustrasi-begal-motor-1212121212121.jpg)